Jakarta | Persija Jakarta meraih kemenangan 2-1 atas Persik Kediri dalam pertandingan pekan ketujuh Super League 2026/2027. Laga tersebut berlangsung di Jakarta International Stadium, Jakarta Utara, pada Senin. Hasil ini ditentukan melalui kebangkitan Persija setelah tim tuan rumah lebih dahulu tertinggal. Persik membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui gol Imanol Garcia, sehingga Persija harus mengejar selisih satu gol sebelum dapat mengamankan kemenangan.
Keunggulan Persik bertahan hingga babak kedua, tetapi Persija akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-64. Gol Denis Kolinger mengubah skor menjadi 1-1 dan mengembalikan pertandingan ke posisi imbang. Bagi Persija, gol tersebut menjadi langkah penting dalam upaya membalikkan keadaan. Hanya dua menit kemudian, Rizky Ridho mencetak gol yang membawa Persija berbalik unggul. Rangkaian dua gol dalam rentang singkat itu mengubah arah hasil pertandingan.
Gol-gol Kolinger dan Ridho memastikan Persija menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1, meski sempat tertinggal sejak menit awal. Urutan skor tersebut menjadi inti dari hasil di Jakarta International Stadium: Persik mencetak gol pembuka melalui Garcia, Persija menyamakan kedudukan, lalu gol Ridho memberikan keunggulan bagi tuan rumah. Dengan demikian, kemenangan pada pekan ketujuh itu tercapai melalui kebangkitan setelah tertinggal, tanpa mengubah fakta bahwa Persik lebih dahulu memimpin. Hasil akhir menegaskan bahwa dua gol Persija pada babak kedua menjadi penentu kemenangan atas Persik Kediri dalam laga tersebut.
Shin Tae-yong memberikan apresiasi kepada para pemain Persija atas kerja keras yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan. Dalam jumpa pers setelah laga pada Senin, pelatih kepala itu menyoroti sikap tim yang tetap berjuang meski sempat berada dalam posisi tertinggal. Para pemain tidak berhenti berusaha, menjaga semangat, dan terus memberikan upaya hingga pertandingan berakhir. Bagi Shin, kegigihan tersebut memperlihatkan komitmen para pemain untuk menghadapi situasi sulit bersama-sama.
Persija akhirnya mampu bangkit dari ketertinggalan dan meraih kemenangan. Shin memandang daya juang yang ditunjukkan para pemain sebagai hal penting dalam hasil tersebut. Apresiasinya berpusat pada kemauan untuk terus bekerja keras dan tidak menyerah sampai akhir, bukan pada penjelasan mengenai faktor lain yang tidak ia sampaikan. Sikap bertahan dalam pertandingan dan tetap berusaha hingga peluit akhir menjadi inti dari penilaian sang pelatih terhadap timnya.
Pernyataan Shin juga menegaskan arti penting ketekunan ketika sebuah tim menghadapi tekanan. Keunggulan atau ketertinggalan dalam pertandingan dapat berubah, tetapi pemain perlu tetap menjalankan perjuangan mereka sampai laga selesai. Dalam pandangan pelatih Persija itu, semangat untuk tidak menyerah menjadi kunci yang membantu tim meraih kemenangan. Karena itu, apresiasi yang ia berikan bukan sekadar pujian atas hasil akhir, melainkan pengakuan terhadap kerja keras para pemain selama pertandingan. Pesan tersebut menggambarkan bahwa kemenangan Persija hadir setelah seluruh tim terus berusaha, bahkan saat keadaan belum menguntungkan. Shin menilai daya juang sebagai unsur utama yang patut dihargai dari penampilan tim, sekaligus menekankan pentingnya menjaga komitmen hingga pertandingan benar-benar berakhir. Ucapannya setelah laga menyoroti usaha kolektif para pemain, tanpa mengaitkan kemenangan itu dengan klaim strategi tertentu. Dengan demikian, fokus pernyataan pelatih tetap jelas: kerja keras dan keteguhan para pemain menjadi landasan penting bagi keberhasilan Persija membalikkan keadaan. Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa sikap pantang menyerah memiliki makna besar bagi tim, terutama dalam laga yang menuntut pemain terus berjuang sampai menit terakhir.
Kemenangan atas Persik memberi arti penting bagi perjalanan Persija pada awal Super League 2026/2027. Hasil tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga menegaskan konsistensi tim dalam melewati rangkaian pertandingan pembuka. Dari tujuh laga pertama, Persija telah meraih enam kemenangan. Catatan itu menjadi landasan kuat bagi posisi mereka di klasemen dan menunjukkan bahwa tim mampu mengumpulkan hasil maksimal secara berulang. Di tengah persaingan musim yang masih panjang, pencapaian awal ini memberi modal berharga untuk menjaga kepercayaan diri sekaligus mempertahankan fokus dalam pertandingan berikutnya.
Tambahan tiga poin dari laga melawan Persik membuat koleksi Persija meningkat menjadi 18 poin. Dengan jumlah tersebut, Macan Kemayoran berada di puncak klasemen sementara. Mereka unggul empat poin atas Dewa United Banten FC yang menempati posisi kedua. Jarak itu menempatkan Persija dalam posisi yang menguntungkan pada awal kompetisi, meski belum mengubah kenyataan bahwa perjalanan musim masih jauh. Setiap pertandingan berikutnya tetap penting, sebab poin yang diraih pada fase awal akan menjadi bekal untuk menghadapi jadwal dan tantangan yang menanti.
Rangkaian enam kemenangan dalam tujuh pertandingan juga mencerminkan dampak nyata dari hasil laga terhadap catatan Persija musim ini. Tim telah membangun awal yang kuat, dan kemenangan atas Persik membantu menjaga momentum tersebut. Posisi teratas memberi gambaran konkret tentang manfaat dari kerja keras yang ditampilkan di lapangan: Persija kini memimpin dengan 18 poin, disertai keunggulan empat poin dari penghuni peringkat kedua. Catatan ini dapat menjadi dorongan bagi para pemain untuk terus menjaga standar permainan dan kedisiplinan tim. Namun, keberhasilan awal perlu diikuti konsistensi, agar Persija mampu mempertahankan pencapaian tersebut sepanjang kompetisi dan terus mengamankan poin dalam laga-laga mendatang.
Setelah pertandingan, Shin Tae-yong turut menyoroti kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS). Menurutnya, kualitas permukaan lapangan saat itu sangat buruk dan tidak layak digunakan untuk pertandingan sepak bola. Ia menilai keadaan rumput dapat menyulitkan pemain dalam menjalankan permainan, sekaligus memengaruhi kualitas pertandingan yang disaksikan publik. Kritik tersebut disampaikan sebagai perhatian terhadap fasilitas pertandingan, bukan semata-mata sebagai alasan atas hasil yang diraih Persija. Shin berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan stadion dan pemeliharaan lapangan.
Shin meminta agar kondisi rumput dievaluasi dan dikelola dengan lebih baik. Lapangan yang terawat, menurutnya, penting agar kedua tim dapat menunjukkan kemampuan secara maksimal serta bermain dengan lebih nyaman. Perbaikan kualitas lapangan juga berkaitan dengan pengalaman penonton yang datang langsung ke stadion. Para suporter layak menyaksikan pertandingan dengan kualitas permainan yang baik dan memperoleh hiburan yang memuaskan. Karena itu, evaluasi tidak hanya penting untuk kebutuhan pemain dan tim, tetapi juga untuk menjaga kenyamanan serta kepuasan penonton. Ia berharap pihak terkait dapat menindaklanjuti persoalan tersebut sehingga kondisi JIS mendukung pertandingan sepak bola secara lebih layak.
Di sisi lain, Rizky Ridho mengungkapkan pesan yang disampaikan Shin di ruang ganti saat jeda babak. Ketika itu, Persija masih tertinggal dan menghadapi tekanan untuk segera memperbaiki keadaan. Ridho mengatakan bahwa para pemain diminta agar tidak menyerah, tetap berjuang, dan bekerja lebih keras pada babak berikutnya. Pesan itu juga menekankan pentingnya menjaga tekad karena Persija bermain di kandang sendiri, di hadapan para pendukungnya. Menurut Ridho, tim tidak ingin menerima kekalahan di rumah sendiri tanpa berusaha maksimal. Arahan tersebut menjadi dorongan bagi para pemain untuk terus berjuang hingga akhir pertandingan. Dengan mengingat dukungan suporter, mereka berupaya menunjukkan kerja keras dan menjaga peluang untuk mengubah jalannya laga.
Baca juga: Pemain Persija Diteror di Media Sosial: Siapa Victor Dethan? | Persija Jakarta Berpindah Markas Menuju Bali Lawan Java United







