PSSI Petakan Kebutuhan Pemain Timnas Indonesia Menuju Piala Asia 2027

oleh -96 Dilihat
oleh
PSSI Petakan Kebutuhan Pemain Timnas Indonesia Menuju Piala Asia 2027

Jakarta | Ketua PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa Timnas Indonesia masih membutuhkan tambahan pemain untuk memperkuat sejumlah sektor menjelang Piala Asia 2027. Kebutuhan tersebut mencakup posisi sayap, lini tengah, dan penyerang. Menurut Erick, pemetaan kebutuhan pemain dilakukan agar skuad yang disiapkan memiliki kedalaman serta pilihan yang memadai di setiap lini.

Erick menyampaikan pernyataan itu di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober. Ia menjelaskan bahwa pencarian pemain tambahan menjadi bagian dari persiapan menghadapi Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Januari mendatang. Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar tiga bulan, PSSI dan tim pelatih perlu bergerak secara terarah untuk melengkapi komposisi skuad.

Untuk lini tengah, Erick menyebut saat ini terdapat sekitar tiga pemain yang dinilai tampil konsisten. Namun, jumlah tersebut belum dianggap cukup untuk menghadapi agenda besar dengan tuntutan pertandingan yang ketat. Timnas Indonesia masih memerlukan setidaknya dua pemain tambahan agar persaingan di posisi tersebut semakin sehat sekaligus menyediakan opsi ketika terjadi perubahan strategi, cedera, atau akumulasi kartu.

Selain sektor tengah, perhatian juga diarahkan pada lini penyerang dan sayap. Penambahan pemain di kedua posisi itu diharapkan dapat meningkatkan variasi serangan, terutama ketika tim menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda. Pemain sayap dibutuhkan untuk membuka ruang dan memberikan umpan dari area lebar, sedangkan penyerang menjadi tumpuan dalam penyelesaian peluang. PSSI masih menilai kandidat yang sesuai dengan kebutuhan tim, termasuk kemampuan teknis, konsistensi penampilan, serta kesiapan untuk beradaptasi dengan skema pelatih. Langkah tersebut menunjukkan bahwa persiapan menuju turnamen tidak hanya berfokus pada pemusatan latihan, tetapi juga pada pembentukan skuad yang seimbang dan kompetitif.

Evaluasi Erick terhadap komposisi pemain menunjukkan bahwa lini belakang Timnas Indonesia memiliki fondasi yang cukup baik, meski masih terdapat beberapa area yang perlu mendapat perhatian. Pada posisi penjaga gawang, tim dinilai telah memiliki dua opsi yang mumpuni. Ketersediaan tersebut memberikan dasar yang relatif aman bagi persiapan menuju Piala Asia 2027, karena sektor ini dianggap mampu memenuhi kebutuhan tim dari sisi jumlah maupun kualitas. Dengan dua penjaga gawang yang tersedia, persaingan internal juga dapat membantu menjaga kesiapan pemain sepanjang proses pemusatan latihan dan pertandingan.

Di posisi bek tengah, komposisi pemain dinilai sudah cukup untuk mendukung kebutuhan tim. Kendati demikian, masih terbuka kemungkinan untuk menambah satu pemain agar sektor tersebut menjadi lebih kuat dan memiliki pilihan yang lebih luas. Penambahan itu dapat menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan, terutama untuk memastikan kedalaman skuad ketika menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Sementara itu, posisi bek kiri disebut memiliki pilihan yang lebih beragam. Tim tersedia dengan sekitar dua hingga empat opsi, sehingga sektor tersebut dinilai tidak menjadi persoalan utama dalam pemetaan kebutuhan pemain.

Perhatian lebih besar diarahkan kepada posisi bek kanan. Berbeda dari sektor lain, pilihan di posisi ini masih terbatas karena beberapa pemain mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat kedalaman skuad di sisi kanan pertahanan belum sepenuhnya ideal dan perlu dipertimbangkan secara serius dalam persiapan berikutnya. Tim asuhan John Herdman perlu melakukan evaluasi terhadap posisi tersebut, baik untuk melihat kesiapan opsi yang ada maupun untuk menentukan kebutuhan penguatan skuad. Penilaian itu penting agar lini belakang memiliki keseimbangan di setiap sisi serta mampu menjaga konsistensi ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda. Dengan demikian, bek kanan menjadi salah satu area utama yang perlu dipantau dalam proses penyusunan komposisi Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027.

Erick Thohir menempatkan keseimbangan skuad sebagai salah satu kebutuhan penting Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027. Keseimbangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pemain untuk setiap posisi, tetapi juga dengan komposisi pemain yang berkarier di luar negeri dan mereka yang tampil di liga domestik. Dengan pilihan yang lebih luas, tim dapat menyiapkan susunan pemain secara lebih fleksibel serta memiliki alternatif ketika menghadapi kebutuhan taktik atau perubahan kondisi dalam turnamen.

Perbandingan dengan Jepang, yang menjadi salah satu rival Indonesia di fase grup Piala Asia 2027, digunakan untuk menggambarkan tantangan tersebut. Menurut Erick, Jepang memiliki sekitar 12 pemain yang bermain di Liga Inggris. Selain itu, jumlah pemain Jepang yang berkarier di Eropa diperkirakan mencapai sekitar 100 orang. Situasi ini memberi Jepang pilihan yang lebih banyak dari berbagai posisi. Mereka juga mempunyai kedalaman skuad yang lebih baik ketika ada pemain yang mengalami cedera atau tidak dapat tampil.

Gambaran tersebut bukan sekadar perbandingan mengenai jumlah pemain, melainkan penjelasan mengenai kebutuhan Indonesia untuk memperluas pilihan yang tersedia. Timnas Indonesia perlu memiliki keseimbangan pemain yang berkembang di kompetisi luar negeri dan pemain yang memperoleh pengalaman melalui liga domestik. Keduanya dapat menjadi bagian dari perencanaan skuad selama kualitas, kesiapan, dan kebutuhan posisi diperhatikan secara menyeluruh.

Fokus pada kedalaman skuad juga berarti memastikan adanya pelapis yang memadai untuk setiap posisi. Dengan demikian, ketergantungan terhadap sejumlah pemain utama dapat dikurangi ketika pertandingan berlangsung dalam jadwal yang padat atau ketika masalah kebugaran muncul. Perpaduan sumber pemain yang lebih beragam akan membantu Indonesia membangun pilihan yang lebih luas, sekaligus menjadi dasar bagi pembentukan skuad yang seimbang untuk menghadapi persaingan di Piala Asia 2027.

Pemetaan kebutuhan pemain yang dilakukan PSSI tidak berhenti pada persiapan menghadapi Piala Asia 2027. Evaluasi tersebut juga diarahkan untuk membangun fondasi skuad yang mampu bersaing dalam rangkaian kualifikasi Piala Dunia 2030. Dengan demikian, pencarian pemain di setiap posisi menjadi agenda jangka menengah, bukan sekadar respons terhadap kebutuhan satu turnamen. Kedalaman skuad, keseimbangan antarlini, serta kesiapan pemain pelapis menjadi pertimbangan penting dalam menyusun tim yang lebih kompetitif.

Undian kualifikasi Piala Dunia 2030 dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026. Indonesia disebut akan memulai perjuangan dari putaran kedua dan tidak menjalani putaran pertama, sebagaimana terjadi dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Posisi tersebut memberikan gambaran mengenai tahapan yang harus dipersiapkan sejak awal, termasuk kebutuhan untuk memiliki pemain dengan pengalaman internasional dan kemampuan beradaptasi terhadap jadwal pertandingan yang padat.

Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI tetap harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan FIFA dan AFC terkait format serta tahapan kualifikasi. Pada saat yang sama, ia menyampaikan harapan agar Indonesia dapat langsung masuk ke putaran keempat. Harapan itu menunjukkan ambisi untuk membawa tim nasional melangkah lebih jauh, meskipun keputusan akhir tetap bergantung pada regulasi dan pembagian jalur yang ditetapkan oleh konfederasi.

Untuk menyusun langkah tersebut, PSSI mulai memetakan kebutuhan berdasarkan evaluasi bersama tim Badan Tim Nasional (BTN) dan John Herdman. Pembahasan itu mencakup posisi yang masih memerlukan tambahan pemain, baik untuk meningkatkan kualitas maupun memperkuat kedalaman skuad. Hasil pemetaan akan menjadi dasar dalam mencari opsi pemain yang sesuai, sehingga persiapan menuju Piala Asia 2027 sekaligus mendukung pembentukan tim yang lebih siap menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030.

Baca juga: Isfandyar Bertekad Maksimal di Piala Asia U-20 2027