Kabupaten Jembrana | Pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, suasana di SPBU 54.822.13, Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, masih dipenuhi pengendara yang berharap dapat mengisi bahan bakar. Ratusan sepeda motor dan mobil tampak memadati bahu jalan nasional di sekitar lokasi. Kepadatan itu tetap terlihat meskipun pengelola telah memasang pemberitahuan bahwa stok BBM kosong. Pengumuman tersebut menjadi penanda bahwa bahan bakar belum tersedia, tetapi belum membuat warga yang datang segera meninggalkan kawasan SPBU.
Sebagian pengendara menunggu di tepi jalan, sementara kendaraan lain terlihat berhenti berdekatan di sepanjang ruas tersebut. Barisan yang terkumpul membuat arus kendaraan di sekitar SPBU tampak ramai pada malam hari. Pengendara yang melintas juga harus berbagi ruang dengan warga yang menanti informasi atau kemungkinan pengisian. Situasi ini menunjukkan bahwa antrean tidak hanya berada di area pelayanan, tetapi meluas hingga bahu jalan nasional. Namun, pemberitahuan kosong tetap terpampang, sehingga warga belum memperoleh kepastian kapan stok akan kembali tersedia. Pemberitahuan itu terlihat jelas di tengah kerumunan kendaraan yang terus bertahan malam itu.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Loloan Timur. Warga tampak menunggu di pinggir jalan dengan kendaraan masing-masing, meski persediaan BBM di SPBU sedang kosong. Keberadaan pengendara di lokasi tersebut memperlihatkan bahwa penantian berlangsung di lebih dari satu titik di Jembrana. Mereka memilih tetap berada di sekitar SPBU, menunggu perkembangan tanpa kepastian waktu. Pemandangan di Loloan Timur itu sejalan dengan situasi di Jalan Sudirman, ketika warga tetap bertahan meskipun informasi mengenai stok telah disampaikan melalui pemberitahuan.
Di kedua lokasi, warga yang datang menghadapi keadaan yang sama: kebutuhan mengisi BBM berhadapan dengan stok yang belum tersedia. Kendaraan yang menunggu di tepi jalan menjadi gambaran situasi malam itu, ketika sejumlah pengendara belum beranjak dari sekitar SPBU. Pemberitahuan stok kosong tidak serta-merta mengakhiri antrean, karena warga masih berada di sana. Sampai malam tersebut, pemandangan di Pendem dan Loloan Timur memperlihatkan antrean yang bertahan di tengah keterbatasan persediaan BBM.
Warga di SPBU Jalan Ngurah Rai masih menunggu kedatangan truk tangki pengangkut BBM dari Depo Pertamina Manggis. Penantian itu berlangsung saat pasokan di SPBU tersebut telah habis. Warga yang berada di lokasi menunggu kiriman untuk mengetahui kapan persediaan dapat tersedia kembali. Namun, sampai informasi yang tersedia saat ini, waktu kedatangan kendaraan pengangkut belum dapat dipastikan. Dengan demikian, stok di SPBU yang menjadi sorotan masih kosong, sementara warga belum memperoleh kepastian mengenai waktu pasokan tiba.
Kiriman yang dinantikan berasal dari Depo Pertamina Manggis dan akan dibawa menggunakan truk tangki. Informasi tersebut menjadi perhatian warga yang menunggu di SPBU Jalan Ngurah Rai. Meski kedatangan kiriman diharapkan mengisi kembali persediaan, belum ada waktu pasti yang dapat disampaikan untuk kedatangan truk. Karena itu, warga masih harus menunggu tanpa kepastian kapan pasokan baru sampai di lokasi. Kondisi ini menegaskan bahwa ketersediaan BBM di SPBU tersebut belum pulih selama persediaan belum terisi kembali.
Belum adanya kepastian waktu kedatangan berarti warga tidak dapat memastikan kapan pasokan akan tersedia. Truk tangki dari Depo Pertamina Manggis masih menjadi kiriman yang ditunggu, tetapi jadwal kedatangannya belum diketahui. Informasi yang ada hanya menyebut bahwa persediaan di SPBU telah habis dan warga menantikan pengiriman. Tidak tersedia keterangan mengenai waktu keberangkatan maupun perkiraan perjalanan truk, sehingga informasi tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk memperkirakan kapan stok kembali tersedia.
Keadaan di SPBU Jalan Ngurah Rai masih bertumpu pada kedatangan pasokan dari depo. Selama truk tangki belum tiba, persediaan di lokasi yang menjadi sorotan tetap habis. Warga yang menunggu belum memiliki kepastian tentang kapan pengiriman akan datang, sehingga penantian terus berlangsung. Keterangan mengenai kiriman dari Depo Pertamina Manggis menjadi informasi utama yang tersedia, tanpa penjelasan jadwal lebih lanjut. Dengan demikian, waktu ketersediaan kembali BBM di SPBU tersebut masih belum dapat dipastikan.
Situasi ini memperlihatkan perbedaan adanya rencana kiriman dan kepastian waktu kedatangan. Warga memang menanti truk tangki dari Depo Pertamina Manggis, tetapi belum ada jadwal yang dapat menjadi pegangan. Sementara itu, pasokan di SPBU Jalan Ngurah Rai telah habis. Selama kiriman belum tiba, warga masih berada dalam penantian dan belum dapat mengetahui kapan stok tersedia kembali. Informasi mengenai jenis BBM, jumlah kiriman, maupun jadwal pengiriman tidak tersedia, sehingga tidak ada rincian tersebut yang dapat dipastikan saat ini.
Pengelola SPBU di Jembrana telah beberapa kali meminta warga yang berada di lokasi untuk membubarkan diri dan pulang. Imbauan tersebut disampaikan karena stok BBM di SPBU masih kosong, sementara belum ada kepastian mengenai waktu kedatangan pasokan berikutnya. Warga diminta tidak terus menunggu di area SPBU tanpa informasi yang jelas. Namun, permintaan itu belum membuat seluruh warga meninggalkan lokasi. Sebagian tetap berada di sekitar SPBU dan memilih menunggu, dengan harapan kiriman BBM dapat tiba sewaktu-waktu. Situasi ini berlangsung ketika belum ada informasi pasti yang dapat menjadi pegangan bagi warga maupun pengelola terkait jadwal pasokan.
Meski imbauan untuk pulang telah disampaikan berulang kali, warga masih bertahan di lokasi. Mereka menunggu kemungkinan kedatangan pasokan BBM, meskipun pengelola belum dapat memastikan kapan kiriman akan tiba. Karena itu, keberadaan warga di SPBU tidak serta-merta berarti pasokan sudah dalam perjalanan atau akan segera tersedia. Sampai ada kepastian lebih lanjut, warga hanya dapat menunggu perkembangan informasi. Pengelola juga belum memiliki waktu kedatangan yang dapat disampaikan sebagai kepastian. Keadaan tersebut membuat sebagian warga tetap berada di sana, sedangkan permintaan agar mereka pulang terus disampaikan oleh pihak pengelola.
Perbedaan imbauan pengelola dan pilihan warga untuk tetap menunggu menjadi gambaran keadaan di SPBU tersebut. Pengelola meminta warga membubarkan diri karena belum ada kepastian kapan BBM datang, sementara warga berharap kiriman akan tiba dan memilih bertahan. Tidak ada keterangan pasti mengenai waktu pasokan akan diterima, sehingga kondisi di lokasi masih menunggu perkembangan. Warga yang tetap menanti belum memperoleh kepastian yang dapat menentukan kapan mereka bisa mendapatkan BBM. Untuk sementara, pengelola mengimbau mereka pulang, tetapi sebagian warga tetap berada di SPBU sambil menunggu kemungkinan pasokan tiba. Keadaan ini mencerminkan ketidakpastian jadwal kiriman, tanpa keterangan lebih lanjut mengenai penyebabnya.
Putu Winarta, warga Kelurahan Pendem, menjelaskan bahwa sebagian pengendara yang berada di SPBU tidak dapat meninggalkan lokasi begitu saja. Kendaraan mereka benar-benar kehabisan bahan bakar minyak sehingga tidak lagi bisa berjalan. Dalam keadaan tersebut, pengendara tidak memiliki pilihan untuk mengendarai kendaraannya menjauh dari SPBU. Mereka tetap menunggu di sana karena kendaraan yang tangkinya kosong tidak dapat bergerak dengan tenaga sendiri. Keterangan ini menunjukkan bahwa tidak semua warga yang bertahan di SPBU sekadar memilih untuk terus mengantre. Bagi sebagian pengendara, kondisi kendaraan yang sudah kehabisan BBM membuat mereka tidak bisa pergi dari tempat itu, bahkan ketika stok belum tersedia.
Selain kendala tersebut, Winarta menyebut warga khawatir tidak kebagian BBM apabila pasokan tiba secara mendadak. Kekhawatiran itu muncul karena mereka tidak ingin melewatkan kesempatan ketika bahan bakar tersedia, sementara kendaraan mereka sudah tidak dapat berjalan.








