Telkom Indonesia Raih Status Net Zero Emisi di The Telkom Hub

oleh -24 Dilihat
oleh
Inisiatif Telkom dalam Mencapai Emisi Nol Melalui Energi Terbarukan

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 26 September 2026, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. telah menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap dekarbonisasi melalui berbagai langkah strategis dalam operasionalnya. Dengan pengumuman recente mengenai pencapaian status net zero emission (NZE) untuk cakupan emisi 1 dan 2 di kawasan The Telkom Hub, perusahaan ini semakin memperkuat posisinya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Dekarbonisasi menjadi salah satu prioritas utama bagi Telkom Indonesia untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Salah satu inisiatif utama dalam mencapai status NZE adalah implementasi teknologi ramah lingkungan dan efisiensi energi yang lebih baik di setiap tahap operasi. Perusahaan berfokus pada penggunaan energi terbarukan, yang tidak hanya membantu dalam menurunkan emisi karbon, tetapi juga dalam memperkuat keamanan energi nasional. Di The Telkom Hub, Telkom Indonesia telah mengadopsi berbagai solusi inovatif, seperti penggunaan panel surya yang mendukung penghematan biaya operasi serta mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

Selain itu, edukasi dan kesadaran lingkungan di kalangan karyawan dan mitra juga diutamakan. PT Telkom Indonesia memahami bahwa kolaborasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia adalah hal penting dalam menjalankan inisiatif dekarbonisasi. Dengan memberikan pelatihan terkait pengelolaan emisi dan pentingnya keberlanjutan, perusahaan meningkatkan partisipasi aktif para pegawainya dalam upaya mencapai tujuan net zero.

Langkah-langkah yang diambil oleh Telkom Indonesia merupakan bagian dari kontribusi yang lebih luas dalam mendukung berbagai komitmen internasional, termasuk Perjanjian Paris, yang bertujuan untuk mengurangi perubahan iklim. Dengan demikian, perusahaan berperan secara aktif dalam transformasi menuju ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Pada Rabu, 23 September 2026, acara penyerahan renewable energy certificate (REC) dan sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca (SPE GRK) oleh PT Energy Management Indonesia berlangsung di Jakarta. Acara ini menandai pencapaian penting bagi Telkom Indonesia, yang kini telah mencapai status Net Zero Emisi (NZE). Proses ini bukan hanya langkah simbolis, tetapi juga merupakan bagian dari rencana transisi iklim berkelanjutan yang dicanangkan oleh perusahaan.

Pencapaian NZE oleh Telkom Indonesia tersebut menunjukkan komitmen yang kuat terhadap perlindungan lingkungan dan pengurangan dampak perubahan iklim. Sertifikat yang diserahkan tidak hanya menjadi pengakuan atas upaya Telkom dalam menggunakan energi terbarukan, tetapi juga menegaskan kontribusi signifikan perusahaan dalam mengurangi emisi karbon. Upaya ini berdampak luas, mengingat sektor telekomunikasi memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan di era digital ini.

Selama bertahun-tahun, Telkom Indonesia telah melakukan berbagai inisiatif untuk mencapai target emisi yang lebih rendah, dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi yang ramah lingkungan. Penggunaan energi terbarukan, seperti solar dan angin, telah menjadi bagian integral dari operasi mereka. Dengan mendapatkan REC dan SPE GRK, Telkom menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Acara penyerahan sertifikat ini dihadiri oleh pejabat dari berbagai instansi, yang turut merayakan pencapaian ini sebagai bukti nyata dari dedikasi perusahaan terhadap masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Ini menjadi langkah signifikan dalam upaya Telkom Indonesia untuk memenuhi standar lingkungan global, serta membangun reputasi sebagai perusahaan yang proaktif dalam mengatasi isu-isu iklim. Keterlibatan masyarakat dan berbagai pihak terkait dalam proses ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mewujudkan komitmen bersama terhadap lingkungan.

Sebagai bagian dari komitmen dalam mencapai status net zero emisi, Telkom Indonesia bersama dengan anak perusahaannya, Neutradc, telah mengambil sejumlah langkah signifikan untuk mendukung dekarbonisasi. Salah satu langkah utama yang diambil adalah akuisisi ribuan unit Renewable Energy Certificates (REC) yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga air. Dengan memperoleh unit REC ini, Telkom berupaya untuk memastikan bahwa konsumsi energinya berasal dari sumber yang terbarukan, sehingga mendorong pengurangan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas operasionalnya.

Pembelian REC tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan, tetapi juga menunjukkan transparansi dalam laporan keberlanjutan perusahaan. Proses ini memungkinkan Telkom untuk memantau dan mengelola jejak karbonnya secara lebih efektif. Melalui inisiatif ini, Telkom Indonesia berharap dapat berkontribusi terhadap tujuan global mitigasi perubahan iklim dan memenuhi target komitmen emisi nasional.

Selain akuisisi REC, Telkom juga menerapkan berbagai solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi di seluruh operasionalnya. Ini termasuk penggunaan perangkat teknologi yang ramah lingkungan dan penerapan praktik kerja yang meningkatkan penggunaan energi terbarukan di pusat-pusat data dan infrastruktur telekomunikasi. Langkah-langkah ini tidak hanya mengarah pada pengurangan emisi secara langsung tetapi juga menanamkan budaya keberlanjutan di dalam organisasi.

Melalui kombinasi strategi ini, Telkom Indonesia bertujuan tidak hanya untuk memenuhi syarat regulasi, tetapi juga untuk menjadi pemimpin dalam industri telekomunikasi yang bertanggung jawab terhadap perlindungan lingkungan. Upaya berkelanjutan ini akan terus dipantau dan dilaporkan, dengan tujuan menciptakan dampak positif yang signifikan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Kawasan The Telkom Hub telah menjadi model dalam penerapan inovasi teknologi untuk mencapai efisiensi energi yang optimal. Teknologi yang digunakan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kinerja operasional, tetapi juga untuk mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dari penggunaan energi. Salah satu solusi yang sangat mencolok adalah penerangan jalan umum yang menggunakan tenaga surya. Sistem ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menekan biaya listrik secara signifikan.

Dalam konteks ini, Telkom Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menerapkan solusi inovatif dalam operasional sehari-hari. Sistem penerangan tenaga surya merupakan fase awal dari strategi yang lebih luas untuk memaksimalkan konsumsi daya dan membuat setiap gedung di The Telkom Hub lebih efisien. Dengan mengandalkan sumber energi terbarukan, Telkom tidak hanya mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon.

Transformasi penggunaan energi di kawasan ini juga meliputi penggunaan teknologi ramah lingkungan lainnya, seperti sistem manajemen energi pintar yang memungkinkan pemantauan dan pengontrolan konsumsi energi secara real-time. Dengan cara ini, masing-masing bangunan dilengkapi dengan perangkat yang mengoptimalkan penggunaan energi berdasarkan kebutuhan aktual, sehingga pemborosan dapat diminimalkan. Penerapan teknologi sensor dan otomatisasi membuat setiap aspek dari pemakaian energi menjadi lebih efisien.

Adopsi solusi dan teknologi energi yang inovatif ini menjadikan The Telkom Hub bagian integral dari perjalanan Telkom Indonesia menuju status net zero emisi. Upaya berkelanjutan untuk menerapkan teknologi efisiensi energi tidak hanya memberikan keuntungan ekonomis, tetapi juga memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin dalam perlindungan lingkungan. Melalui inovasi yang terus dikembangkan, Telkom berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.