Pelatihan Jurnalistik LDII Banten Jadi Bekal Penting Hadapi Konten Informasi Digital

oleh -103 Dilihat
oleh
Pelatihan Jurnalistik LDII Banten Jadi Bekal Penting Hadapi Konten Informasi Digital

Serang (29/5) – Biro Komunikasi Informasi dan Media Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (KIM DPW LDII) Provinsi Banten menghelat acara pelatihan jurnalistik mahir dasar. Acara ini bertemakan “Optimalisasi Peran Generus LDII dalam Penguatan Literasi dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital” ini dihadiri 60 peserta dari delapan DPD, sekolah, dan pondok pesantren mahasiswa (PPM) dibawah naungan LDII Banten.

 

Ketua DPW LDII Provinsi Banten Dimo Tono Sumito menyampaikan bahwa acara ini untuk mempersiapkan generasi baru mengembangkan keterampilan dalam media komunikasi. “Pemahaman kode etik profesi, serta teknik peliputan modern menjadi titik utama. Jadi menyajikan informasi teraktual dan secara akurat menjadi titik kunci dalam bermedia sosial”, tuturnya.

 

Ia menambahkan konten di jagat internet sudah sangat praktis dalam mencari, menulis, dan menyajikan informasi. Sehingga ketikan jari akan menjadi awal mula informasi terbentuk. “Program ini membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis. Minimal bisa saring isi semua tulisan, artikel, dan lainnya sebelum menyebar ke media digital”, ucapnya.

 

Sementara itu Ketua Departemen KIM DPP LDII Rully Kuswahyudi menambahkan bahwa ini menjadi tugas mengisi media sosial. “Era dunia digital sudah sangat erat dengan semua orang. Karena itu wajib diberikan panduan untuk memberikan konten positif di internet,” pungkasnya.

 

Rully mengutarakan maksud dari pelatihan ini menjadi perbaikan kualitas yang baik dan jujur sesuai kode etiknya. ” Website, instagram, tiktok, atau lainnya adalah media sosial seperti dunia baru yang perlu dimuat isi yang baik. Tidak ada berita hoax atau bohong, dan menjadi penyaring informasi yang disebar ke khalayak ramai,” tutupnya.

 

Acara ini berlangsung selama tiga hari sejak Jum’at hingga Minggu 29-31 Mei 2026. Dengan pelatihan ini diharapkan para peserta dapat memahami dan mengerti bahwa dunia digital menjadi tempat baru serta menguasai teknik komunikasi efektif guna menyampaikan pesan yang kredibel kepada masyarakat.(***)