Kota Probolinggo – Proyek Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Kota Pasuruan–Probolinggo (Lingkar Utara Kota Probolinggo) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp44.088.620.000 menuai sorotan dari sejumlah pegiat masyarakat. Proyek yang dikerjakan PT Profil Mas tersebut diduga menyisakan berbagai persoalan kualitas pekerjaan di lapangan, mulai dari lapisan aspal, pemasangan drainase U-Ditch, perbaikan rigid beton hingga aspek keselamatan kerja.
Temuan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan Tim Media Gabungan Media Online Nusantara bersama sejumlah pegiat masyarakat di beberapa titik lokasi pekerjaan.
Sorotan mencuat karena di sejumlah titik, lapisan aspal yang baru dikerjakan disebut telah mengalami kerusakan meski usia pekerjaan masih relatif baru. Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan mengingat ruas Pasuruan–Probolinggo merupakan jalur nasional yang setiap hari dilintasi kendaraan bertonase besar, termasuk truk logistik dan angkutan industri.
Louis H, pegiat Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (LPKN), menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) maupun pihak pengawas proyek.
“Kalau benar usia pekerjaan masih seumur jagung tetapi lapisan aspal sudah rusak, tentu perlu dilakukan audit teknis secara menyeluruh. Yang harus diperiksa bukan hanya tampilan fisiknya, tetapi juga kualitas material, kadar campuran aspal, ketebalan hamparan, hingga proses pemadatannya. Jalan nasional ini setiap hari menerima beban kendaraan berat sehingga mutu pekerjaan harus benar-benar sesuai spesifikasi,” ujar Louis H ke media ini. Minggu (12/7/26)
Menurutnya, proyek bernilai puluhan miliar rupiah semestinya menghasilkan konstruksi yang memiliki daya tahan tinggi, bukan justru memunculkan kerusakan dalam waktu singkat.
Senada dengan itu, Bang Suli, pegiat LSM Macan Kumbang, meminta aparat teknis maupun pengawas independen melakukan uji mutu apabila ditemukan indikasi pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.
“Kami tidak ingin berspekulasi, tetapi fakta di lapangan harus diuji secara objektif. Bila memang lapisan aspal mudah terkelupas dan cepat rusak, perlu dilakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas pekerjaan. Ketebalan hamparan, kadar aspal, kepadatan hingga volume pekerjaan harus diverifikasi. Apalagi ini merupakan jalan utama dengan lalu lintas kendaraan bertonase besar. Jangan sampai anggaran negara besar tetapi umur layanan jalannya justru pendek,” tegas Bang Suli.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat dugaan lapisan Hotmix AC-BC pada beberapa titik mengalami kerusakan dini. Sejumlah bagian aspal disebut mudah terkelupas sehingga memunculkan dugaan pekerjaan tidak memenuhi standar mutu.
Temuan tersebut menurut para pegiat perlu dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium maupun pengujian teknis oleh instansi berwenang agar diketahui apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi kontrak.
Selain pekerjaan perkerasan jalan, pemasangan saluran drainase beton U-Ditch turut menjadi perhatian.
Di lapangan ditemukan dugaan pemasangan dilakukan pada kondisi tanah yang masih tergenang air sehingga dikhawatirkan memengaruhi stabilitas konstruksi. Beberapa sambungan antar-U-Ditch juga disebut belum tampak rapi dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Di sisi lain, proses penggalian drainase juga dilaporkan beberapa kali mengenai jaringan pipa milik PDAM Kota Probolinggo sehingga mengganggu distribusi air bersih kepada masyarakat.
Direktur PDAM Kota Probolinggo, Indra J, saat dikonfirmasi membenarkan adanya beberapa insiden pipa terkena alat berat selama pelaksanaan pekerjaan.
Menurutnya, sejak awal pihak PDAM telah melakukan koordinasi bersama pelaksana proyek melalui rapat koordinasi.
“Kami sudah melakukan pemantauan sejak awal dan berkoordinasi dengan pelaksana pekerjaan. Namun memang fakta di lapangan beberapa kali pipa kami terkena alat berat. Tim teknis PDAM langsung turun untuk mempercepat pemulihan distribusi air kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan gangguan tersebut berdampak terhadap pelayanan distribusi air bersih kepada pelanggan, khususnya di wilayah utara Kota Probolinggo, sekaligus memengaruhi operasional perusahaan.
Saat ini PDAM masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penyelesaian dampak pekerjaan serta melakukan pendataan jaringan pipa yang terdampak.
Sebelumnya, Tim Gabungan Media Online Nusantara melalui Pemimpin Redaksi Media Patrolihukum.net, Edi Darminto telah melayangkan surat permohonan konfirmasi kepada PPK Satker PJN Wilayah III Jawa Timur Ruas Pasuruan–Probolinggo, Dwi Bagus Bawono, ST.
Konfirmasi tersebut berisi sejumlah pertanyaan terkait dugaan kerusakan jaringan PDAM akibat pekerjaan drainase, mekanisme pengawasan proyek, koordinasi dengan utilitas bawah tanah, langkah penanganan terhadap masyarakat terdampak, hingga evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan kontraktor.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak media menyatakan belum menerima jawaban resmi dari PPK Satker PJN Wilayah III Jawa Timur, meskipun pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi perpesanan telah berstatus terbaca.
Para pegiat berharap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional bersama konsultan pengawas segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pekerjaan yang dipersoalkan masyarakat. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis, baik dari sisi kualitas material, volume pekerjaan maupun ketahanan konstruksi.
Sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik, media tetap membuka ruang hak jawab kepada pihak Satker PJN Wilayah III Jawa Timur, PT Profil Mas, maupun pihak terkait lainnya apabila memberikan penjelasan atau klarifikasi atas berbagai temuan yang disampaikan dalam pemberitaan ini.
Bersambung….?
(Tim Gabungan Media Online Nusantara/**)


Komentar ditutup.