Dampak Pembangunan PDAM , Kades Wawan Keluhkan Hilangnya Bebatuaan Di Aliran Sungai CIitarum, Warga Sukarame Pacet Cemas Banjir

oleh -18 Dilihat
oleh
Dampak Pembangunan PDAM , Kades Wawan Keluhkan Hilangnya Bebatuaan Di Aliran Sungai CIitarum, Warga Sukarame Pacet Cemas Banjir

Kabupaten Bandung, Patrolihukumindonesia.com ,- Kekhawatiran menyelimuti warga Desa Sukarame Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Penyebabnya, kondisi Aliran Sungai Citarum yang berbatasan langsung dengan kedua Desa anatara Desa Cikitu san Sukarame, kini dinilai rawan karena hilangnya bebatuan penahan di sepanjang saluran air yang Biasa Orang / warga menyebutnya Sungai Citarum.

Keluhan itu disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sukarame, Wawan Ridwan, Selasa ( 11/8) 2026 Di Kamtor Desa Sukarame Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung Jawa Barat.

Lanjutnya , Ia mengatakan selama bertahun-tahun bebatuan di aliran sungai punya fungsi penting untuk menahan debit air ketika hujan deras mengguyur wilayah Pacet dan sekitarnya.

“Dulu kalau hujan besar airnya nggak langsung meluap ke area warga / Desa. Karena masih ada batu-batu besar di saluran air Citarum yang nahan., bebatuaan tersebut.

Sekarang bebatuaannya pada nggak ada. Kami jadi was-was tiap hujan,” ujar Wawan saat ditemui, Agustus

Menurut Kades Wawan, keluhan ini dari warga Sukarame, yang wilayahnya berbatasan langsung dengan aliran sungai. Tanpa adanya penahan alami itu, arus air jadi lebih deras dan berisiko masuk ke area pemukiman, sawah, dan jalan warga.

Warga mengaku sudah merasakan perbedaannya. Dulu saat musim hujan, air paling hanya naik tapi tertahan. Sekarang, dengan kondisi saluran yang kosong, mereka takut banjir bandang bisa terjadi kapan saja.

“Kami bukan menolak pembangunan. Tapi kami minta fungsi sungai tetap dijaga. Kalau penahannya dihilangkan, siapa yang rugi? Ya kami warga di bawah,” tambah Wawan.

Ia berharap pihak PDAM Dan BBWS Citarum, serta Pemerintah daerah segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi tersebut.

Menurutnya perlu ada solusi cepat, entah dengan mengembalikan bebatuan penahan, membuat bronjong, atau membangun tanggul sederhana agar warga tidak hidup dalam kecemasan setiap kali hujan turun.

“Kami hanya ingin aman. Jangan sampai ada korban dulu baru ada tindakan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan di aliran Sungai Citarum segmen Pacet tersebut.

Reporter : ( TERA )