BOJONEGORO, – Raut wajah Mbah Kardo (84), warga Dusun Bekatul RT.014 RW.007 Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya.
Berdiri di depan rumahnya yang kini berdinding kokoh dengan cat putih-biru yang segar, lansia ini berulang kali menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong-royong mengubah rumah reyotnya menjadi hunian yang aman dan layak huni.
“Terima kasih kepada jajaran TNI, pemerintah daerah dan masyarakat yang sudah memberikan bantuan dengan memperbaiki rumah saya. Semoga kami sekeluarga bisa menempati rumah ini dengan aman dan nyaman,” tutur Mbah Kardo, Jum’at (14/8/2026).
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Mbah Kardo ini merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.
Program tahun ini dipusatkan di Desa Kesongo dengan mengusung tema besar “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Mbah Kardo tidak sendirian. Tercatat ada 9 warga Desa Kesongo lainnya yang juga menerima manfaat langsung dari program bedah rumah ini.
Program TMMD secara rutin memang terbukti membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat pedesaan.
Selain rehabilitasi rumah warga kurang mampu, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro juga telah menggeber berbagai pembangunan infrastruktur fisik di Desa Kesongo, antara lain:
Pembangunan akses Jalan cor beton dan jembatan, untuk membuka isolasi wilayah dan memperlancar mobilitas warga.
Pembangunan Drainase, untuk memperbaiki sistem saluran air di Dusun Krebet Desa Kesongo untuk mencegah genangan.
Rehabilitasi 4 ruang kelaa gedung SDN Kesongo 1 serta sanitasi dan air bersih dengan menyediakan sarana air siap pakai untuk memenuhi kebutuhan sanitasi harian warga.
Melalui sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga, TMMD ke-129 tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan memberikan harapan baru bagi warga seperti Mbah Kardo untuk menikmati masa tua di hunian yang lebih sehat.
- Jaga Semangat Gotong Royong! Kades Kesongo Ajak Warga Rawat Hasil TMMD 129 Bojonegoro
- Jaga Warisan TMMD 129 Bojonegoro! Babinsa Kesongo Ajak Warga Rawat Hasil Pembangunan
- BOJONEGORO, – Wajah bahagia terlihat jelas dari warga masyarakat yang berada di Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Jum’at (14/8/2026). Pembangunan sumur bor lengkap dengan jaringan perpipaan instalasi air bersih dan flow meter melalui program TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bojonegoro, kini mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat setempat. Kehadiran fasilitas air bersih tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang sebelumnya harus menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kini, air bersih dapat dialirkan langsung menuju rumah warga melalui jaringan perpipaan yang telah dibangun dengan rapi. Agus Yulianto, warga RT.015 RW.007 Dusun Bekatul, mengatakan dirinya sudah memanfaatkan aliran air bersih dari fasilitas sumur bor tersebut. Dia bersyukur karena kebutuhan air keluarganya kini menjadi jauh lebih mudah terpenuhi. “Alhamdulillah, sekarang sudah bisa memakai air dari jaringan ini. Kami sangat bersyukur karena sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” kata Agus. Hal senada disampaikan oleh Edi, warga setempat lainnya. Dirinya mengaku kini tidak lagi terlalu kesulitan mendapatkan air bersih setelah jaringan perpipaan mulai berfungsi optimal. Menurut Edi, pemasangan meteran air di rumahnya juga membuat manajemen penggunaan air menjadi lebih tertata dan efisien. Ia mengapresiasi pembangunan fasilitas tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program TMMD. “Sekarang meteran air sudah terpasang di rumah. Kami tidak lagi kesulitan air seperti sebelumnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu warga,” ujar Edi. Sementara itu, Kepala Dusun Bekatul, Waridi, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang paling krusial dan sangat dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar warga yang harus mendapatkan perhatian utama. Menurut Waridi, fasilitas tersebut memberikan dampak dan manfaat yang sangat luas bagi masyarakat Dusun Bekatul. Dengan adanya sumber air dan jaringan distribusi yang memadai, warga kini memiliki akses yang jauh lebih mudah untuk menunjang aktivitas sanitasi dan konsumsi sehari-hari. “Pembangunan ini sangat membantu warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Kami berterima kasih atas perhatian dan program TMMD yang hadir langsung menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” ungkap Waridi. Pembangunan sumur bor beserta jaringan perpipaan, instalasi air bersih, dan flow meter ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa TMMD ke-129 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik berupa jalan maupun fasilitas umum. Program lintas sektoral ini juga terbukti menyentuh aspek kebutuhan dasar kemanusiaan secara langsung. Bagi warga Bekatul, air yang kini mengalir lancar hingga ke rumah mereka menjadi sebuah perubahan sederhana namun memiliki arti yang sangat besar. Dari yang sebelumnya harus bersusah payah mencari air, kini masyarakat bisa menikmati akses air bersih dengan lebih mudah, higienis, dan teratur.


Responses (2)
Komentar ditutup.