Rangkaian Penyerangan Diduga Geng Motor di Makassar Berujung Kematian

oleh -371 Dilihat
oleh
Rangkaian Penyerangan Diduga Geng Motor di Makassar Berujung Kematian

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Rangkaian aksi kekerasan yang diduga melibatkan kelompok geng motor terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu dini hari hingga pagi, 4 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka serius, sekaligus memicu keresahan warga di beberapa kawasan. Aparat kepolisian masih melakukan penanganan serta pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian, pihak-pihak yang terlibat, dan latar belakang masing-masing insiden.

Salah satu dampak paling serius dari kejadian itu adalah meninggalnya M Akmar Makmur, mahasiswa berusia 24 tahun. Korban dilaporkan menjadi bagian dari peristiwa penyerangan yang terjadi pada waktu tersebut. Selain korban meninggal, Muh Farel, 17 tahun, mengalami luka serius dan harus memperoleh penanganan medis. Kondisi kedua korban memperlihatkan besarnya dampak aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh rombongan bermotor tersebut.

Peristiwa lain terjadi di Jalan Sungai Saddang Baru. Di lokasi ini, warga menghadang rombongan yang diduga merupakan kelompok geng motor. Situasi kemudian berkembang hingga dua sepeda motor dibakar oleh warga. Kejadian di Jalan Sungai Saddang Baru merupakan insiden tersendiri dan tidak disatukan sebagai lokasi maupun satu rangkaian kronologi dengan peristiwa yang menyebabkan M Akmar Makmur meninggal dan Muh Farel terluka.

Rangkaian laporan dari beberapa titik itu mendorong perhatian terhadap keamanan lingkungan pada waktu dini hari. Warga dan pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati serta tidak mengambil tindakan yang dapat memperbesar risiko bentrokan. Informasi mengenai identitas pelaku, motif penyerangan, dan hubungan kejadian di sejumlah lokasi masih menunggu hasil penyelidikan resmi. Kepolisian juga perlu mengumpulkan keterangan saksi serta bukti di tiap tempat kejadian agar penanganan dilakukan secara akurat dan tidak mencampuradukkan insiden yang berbeda.

Penyelidikan awal polisi menyebut rangkaian penyerangan tersebut bermula ketika Akmar, Farel, dan sejumlah teman mereka sedang berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Situasi di lokasi kemudian berubah setelah sekelompok orang mendatangi tempat mereka berkumpul. Kelompok itu diperkirakan berjumlah sekitar 12 sepeda motor dan diduga membawa berbagai senjata tajam serta busur panah.

Kedatangan kelompok tersebut berujung pada penyerangan terhadap orang-orang yang berada di lokasi. Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, aksi itu dilakukan secara berkelompok dan membuat situasi di Jalan Daeng Ramang menjadi tegang. Akmar dan Farel disebut berada di orang-orang yang diserang dalam peristiwa tersebut. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk identitas para pelaku serta latar belakang penyerangan.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar mengatakan, kedua korban menjadi sasaran penyerangan. Pernyataan itu menjadi bagian dari penjelasan polisi mengenai posisi Akmar dan Farel dalam peristiwa yang berlangsung di Jalan Daeng Ramang. Setelah serangan terjadi, kelompok korban bersama rekan-rekannya kemudian mengejar para pelaku yang melarikan diri. Pengejaran tersebut bergerak ke arah Kabupaten Maros.

Pergerakan kelompok pelaku hingga menuju wilayah Maros menjadi bagian lain yang sedang ditelusuri penyidik. Polisi berupaya menyusun kronologi secara menyeluruh dari awal kedatangan kelompok pengendara hingga terjadinya pengejaran. Penyelidikan juga diarahkan untuk memastikan jumlah orang yang terlibat, jenis senjata yang digunakan, serta peran masing-masing pihak dalam penyerangan yang kemudian berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Pengejaran tersebut berakhir di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, sekitar kawasan perlimaan bandara, Makassar. Berdasarkan keterangan polisi, rombongan korban mengalami kecelakaan lalu lintas ketika berusaha mengejar kelompok yang diduga terlibat dalam rangkaian penyerangan. Sepeda motor yang ditumpangi korban kemudian terjatuh, sehingga situasi berubah menjadi lebih berbahaya. Kelompok yang sebelumnya dikejar diduga memanfaatkan kondisi itu untuk berbalik menyerang korban yang tidak lagi dapat melarikan diri.

Serangan tersebut dilakukan menggunakan senjata tajam berupa parang dan busur. Akmar mengalami luka terbuka pada bagian kepala akibat sabetan senjata tajam. Polisi juga menemukan anak panah busur tertancap di kepalanya. Kondisi itu menyebabkan Akmar meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat memperoleh pertolongan medis. Sementara itu, Farel menderita luka robek pada bagian kepala dan punggung. Ia masih dalam kondisi serius setelah insiden tersebut dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Farel kemudian menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dr. Tajuddin Khalid Makassar. Petugas medis menangani sejumlah luka yang dideritanya setelah terjatuh dan diserang. Jafar membenarkan bahwa terdapat satu korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya masih dirawat karena mengalami luka serius. Keterangan mengenai kecelakaan dan serangan setelahnya menjadi bagian penting dalam penyelidikan polisi untuk mengungkap urutan peristiwa, identitas para pelaku, serta keterlibatan kelompok yang diduga melakukan penyerangan tersebut. Polisi masih mendalami barang bukti berupa senjata dan keterangan saksi di sekitar lokasi.

Peristiwa lain yang berlangsung hampir bersamaan terjadi di Jalan Sungai Saddang Baru, Kecamatan Makassar. Kejadian itu dilaporkan berlangsung sekitar pukul 05.00 Wita, ketika rombongan yang terdiri atas sekitar 20 sepeda motor melintas dari arah timur. Saat berada di kawasan inspeksi kanal atau Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan, rombongan tersebut dihadang oleh sekelompok pemuda. Lokasi penghadangan itu berada di salah satu jalur yang dilalui para pengendara pada waktu tersebut. Informasi awal mengenai peristiwa ini diterima kepolisian dan masih menjadi bagian dari penanganan rangkaian kejadian yang terjadi pada waktu berdekatan.

Berdasarkan informasi yang diterima polisi, penghadangan dilakukan menggunakan petasan dan busur panah. Aksi tersebut membuat sejumlah pengendara terjatuh ketika berusaha melewati atau menghindari hadangan. Setelah terjatuh, beberapa pengendara meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi. Dalam kejadian itu, dua sepeda motor yang tertinggal kemudian dibakar. Keterangan mengenai urutan kejadian tersebut masih bersumber pada informasi awal yang diterima petugas. Karena itu, detail mengenai pihak-pihak yang terlibat, motif penghadangan, serta kondisi para pengendara masih menunggu pendalaman lebih lanjut oleh kepolisian. Kronologi lengkap kejadian juga belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Sekitar pukul 06.20 Wita, petugas datang untuk mengevakuasi bangkai kendaraan yang terbakar. Kedua kendaraan tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Makassar untuk kepentingan penanganan perkara. Evakuasi dilakukan setelah situasi di lokasi memungkinkan, sementara informasi terkait kejadian dihimpun untuk melengkapi proses penyelidikan. Polisi masih menyelidiki kedua peristiwa tersebut. Penyelidikan diarahkan untuk mengidentifikasi, memburu, dan menangkap para pelaku yang diduga terlibat. Hingga penanganan berlangsung, belum ada hasil penyelidikan atau identitas pelaku yang dapat disampaikan berdasarkan informasi yang tersedia. Perkembangan perkara masih menunggu proses penyelidikan kepolisian.