RUPSLB GoTo Bahas Penarikan Saham Tresuri dan Pengunduran Diri Wakil Direktur Utama

oleh -688 Dilihat
oleh
RUPSLB GoTo Bahas Penarikan Saham Tresuri dan Pengunduran Diri Wakil Direktur Utama

Jakarta | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026. Forum ini menjadi agenda korporasi yang mempertemukan pemegang saham untuk membahas sejumlah hal penting terkait arah pengelolaan dan struktur permodalan perseroan. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB.

RUPSLB itu memiliki dua agenda utama. Agenda pertama berkaitan dengan permintaan persetujuan atas rencana pengurangan modal perseroan. Pembahasan ini berhubungan dengan rencana penarikan saham tresuri, sehingga pemegang saham akan diminta memberikan persetujuan terhadap langkah yang diajukan manajemen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengurangan modal merupakan salah satu keputusan korporasi yang memerlukan perhatian pemegang saham karena dapat berkaitan dengan struktur permodalan perusahaan.

Agenda kedua menyangkut perubahan susunan pengurus GoTo. Salah satu hal yang dibahas dalam agenda tersebut adalah pengunduran diri Wakil Direktur Utama. Dengan demikian, forum ini tidak hanya berfokus pada aspek permodalan, tetapi juga pada susunan kepemimpinan perseroan. Perubahan pengurus menjadi bagian penting dalam RUPSLB karena berkaitan dengan kesinambungan tata kelola dan pelaksanaan fungsi manajemen perusahaan.

Penyelenggaraan RUPSLB pada 14 Oktober 2026 memberikan ruang bagi pemegang saham untuk menelaah kedua agenda tersebut secara resmi. Pembahasan akan mencakup rencana pengurangan modal serta perubahan susunan pengurus sebagaimana tercantum dalam agenda rapat. Informasi mengenai pelaksanaan rapat tersebut menjadi dasar bagi pemegang saham untuk mengikuti proses pengambilan keputusan sesuai hak dan ketentuan yang berlaku dalam perseroan.

Agenda pertama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GoTo berkaitan dengan rencana pengurangan modal perseroan melalui penarikan kembali sebagian saham tresuri. Dalam agenda tersebut, pemegang saham diminta memberikan persetujuan atas penarikan 32.186.417.803 saham Seri A yang saat ini tercatat sebagai saham tresuri milik GoTo.

Saham yang akan ditarik kembali berasal dari program pembelian kembali saham perseroan. Program tersebut dilaksanakan dalam periode 12 Juni 2024 sampai 11 Juni 2025. Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan memenuhi ketentuan yang berlaku, saham-saham tersebut akan dikeluarkan dari struktur permodalan perseroan melalui mekanisme pengurangan modal.

Penarikan saham tresuri ini berdampak pada jumlah saham yang menjadi bagian dari modal ditempatkan dan disetor GoTo. Oleh karena itu, pelaksanaannya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memerlukan penyesuaian terhadap anggaran dasar perseroan. Perubahan tersebut akan mencerminkan berkurangnya modal ditempatkan dan modal disetor setelah sebagian saham Seri A ditarik kembali.

Rencana pengurangan modal harus mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB karena menyangkut perubahan komposisi permodalan serta ketentuan yang tercantum dalam anggaran dasar. Persetujuan tersebut menjadi dasar bagi manajemen untuk melanjutkan tahapan pelaksanaan, termasuk menyelesaikan proses korporasi dan administrasi sesuai dengan peraturan pasar modal serta ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan demikian, keputusan atas agenda pertama akan menentukan apakah GoTo dapat merealisasikan penarikan 32,18 miliar saham tresuri dari permodalan perseroan. Langkah ini juga akan memperbarui informasi mengenai modal ditempatkan dan disetor dalam dokumen resmi perusahaan, setelah seluruh prosedur dan persyaratan yang ditetapkan regulator dipenuhi.

Rencana penarikan saham tresuri GoTo berawal dari perubahan atas pemanfaatan saham hasil pembelian kembali atau buyback. Dalam keterbukaan informasi tertanggal 28 Juli 2026, perseroan sebelumnya menyampaikan rencana untuk mengalihkan saham tresuri tersebut melalui program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan dewan komisaris perseroan maupun perusahaan anak. Program itu dirancang sebagai skema kepemilikan saham karyawan dan manajemen, yang dikenal sebagai Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP).

Rencana pemanfaatan saham hasil buyback itu sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2025. Namun, manajemen kemudian melakukan evaluasi dengan mempertimbangkan kondisi pasar global dan nasional, dinamika yang sedang berlangsung, kepentingan perseroan, serta kebutuhan untuk memberikan manfaat yang optimal bagi pemegang saham. Berdasarkan pertimbangan tersebut, manajemen memutuskan membatalkan penggunaan saham tresuri untuk pelaksanaan program ESOP/MSOP.

Pembatalan tersebut menjadi dasar bagi perseroan untuk mengusulkan perubahan agenda dalam RUPSLB. Alih-alih mengalihkan saham kepada peserta program kepemilikan, saham tresuri direncanakan untuk ditarik kembali melalui mekanisme pengurangan modal ditempatkan dan modal disetor. Dalam menyiapkan langkah ini, manajemen merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 Tahun 2023. Ketentuan tersebut memungkinkan saham hasil buyback dialihkan dengan cara ditarik kembali, sepanjang memperoleh persetujuan pemegang saham sesuai prosedur yang berlaku. Dengan demikian, perubahan agenda tidak hanya mencerminkan penyesuaian strategi perusahaan terhadap situasi pasar, tetapi juga ditempatkan dalam kerangka tata kelola dan kepatuhan regulasi.

Agenda kedua dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GoTo membahas permintaan persetujuan atas pengunduran diri Catherine Hindra dari jabatan wakil direktur utama perseroan. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian pembahasan rapat yang perlu diperhatikan pemegang saham, khususnya terkait keberlanjutan susunan manajemen dan tata kelola perusahaan.

GoTo menyampaikan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri Catherine Hindra pada 28 Agustus 2026. Selanjutnya, permintaan tersebut dicantumkan sebagai agenda rapat untuk memperoleh persetujuan pemegang saham. Dengan demikian, informasi mengenai pengunduran diri tersebut dalam konteks RUPSLB merupakan materi yang akan dibahas dan dimintakan persetujuan, bukan keterangan bahwa perubahan susunan pengurus telah disetujui.

Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah mereka yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham GoTo dan/atau pemilik saham GoTo pada subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Status tersebut harus dimiliki hingga 21 September 2026, sampai dengan penutupan perdagangan saham GoTo di Bursa Efek Indonesia pada pukul 16.00 WIB.

Ketentuan tanggal pencatatan itu menjadi dasar penentuan pihak yang dapat mengikuti rapat dan menyampaikan haknya sesuai mekanisme yang ditetapkan perseroan. Pemegang saham atau investor yang memperoleh saham setelah batas waktu tersebut tidak termasuk dalam daftar pihak yang berhak hadir berdasarkan kriteria pencatatan yang diumumkan. Oleh karena itu, investor perlu memastikan status kepemilikan dan pencatatan sahamnya sesuai periode yang telah ditentukan sebelum mengikuti RUPSLB.