Aparat Kawal Pergerakan Massa Forum Rembug Kampung Kota Menuju Balai Kota

oleh -60 Dilihat
oleh
Aparat Kawal Pergerakan Massa Forum Rembug Kampung Kota Menuju Balai Kota

Jakarta Utara—Sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Rembug Kampung Kota bergerak meninggalkan kawasan Kampung Susun Bayam, Jalan Sunter Permai Raya, RT 10 RW 07, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, pada Senin pagi (29/6/2026). Pergerakan massa yang berjumlah sekitar 75 orang itu menuju Balai Kota Jakarta Pusat dengan agenda penyampaian aspirasi terkait berbagai persoalan perkotaan yang mereka nilai masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Kegiatan keberangkatan berlangsung sejak pukul 08.10 WIB di titik kumpul yang telah ditentukan. Sejak awal, massa tampak berkumpul secara bertahap sebelum akhirnya melakukan pergerakan bersama menggunakan beberapa kendaraan yang telah disiapkan. Aparat gabungan dari unsur pengamanan turut melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak menimbulkan gangguan terhadap aktivitas warga sekitar.

Forum Rembug Kampung Kota dalam aksinya kali ini membawa misi penyampaian pandangan terkait tantangan pembangunan kota yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan warga kecil. Dalam pernyataan yang dihimpun di lokasi, kelompok ini menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga adil dalam aspek sosial dan ekonomi.

Pergerakan massa dilakukan secara terkoordinasi dengan menggunakan beberapa kendaraan. Tercatat tiga unit bus yang digunakan dalam keberangkatan tersebut, yakni Bus F 7829 WIB, Bus B 7208 IA, dan Bus S 7056 N, serta satu unit kendaraan jenis mobil Fikup dengan nomor polisi B 9763 BAT. Seluruh kendaraan berangkat secara beriringan setelah massa dipastikan telah siap bergerak dari titik kumpul.

Rute perjalanan yang dilalui rombongan dimulai dari kawasan Sunter Permai Raya, kemudian bergerak menuju Jalan Benyamin Sueb di kawasan Kemayoran. Dari titik tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan melewati Pasar Baru, kemudian menuju Jalan Merdeka sebelum akhirnya diarahkan ke Balai Kota Jakarta Pusat sebagai tujuan akhir penyampaian aspirasi.

Di sepanjang perjalanan, situasi lalu lintas terpantau masih dalam kondisi normal dengan adanya pengaturan arus kendaraan yang dilakukan secara situasional oleh petugas di lapangan. Tidak terlihat adanya penumpukan massa yang signifikan di jalan raya, karena pergerakan dilakukan secara tertib dalam rombongan kendaraan.

Dalam aksi ini, massa membawa sejumlah atribut sederhana yang menjadi simbol penyampaian aspirasi mereka. Di antaranya bendera merah putih yang dikibarkan dalam rombongan, serta beberapa spanduk bertuliskan “Kampung Bayam Madani” dan “Rakyat Bersuara”. Atribut tersebut menjadi penanda identitas gerakan sekaligus bentuk ekspresi tuntutan yang mereka bawa ke Balai Kota.

Dari sisi pengamanan, tercatat unsur Intelgab sebanyak tiga personel dan Polsek sebanyak lima personel turut diterjunkan untuk melakukan pemantauan sejak titik keberangkatan. Aparat tidak melakukan tindakan represif, namun lebih kepada fungsi monitoring guna memastikan kegiatan berjalan sesuai koridor dan tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Penanggung jawab kegiatan di lapangan diketahui atas nama Furqon, yang berperan mengoordinasikan keberangkatan massa serta memastikan seluruh peserta mengikuti arahan perjalanan. Koordinasi internal kelompok terlihat berjalan cukup terstruktur, dengan komunikasi yang dilakukan secara terbuka di titik kumpul sebelum keberangkatan.

Dalam tuntutan yang dibawa, Forum Rembug Kampung Kota menyoroti berbagai persoalan yang mereka anggap sebagai tantangan bersama dalam pembangunan Jakarta. Mereka menekankan perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada warga, terutama dalam konteks keberlanjutan hidup masyarakat kampung kota di tengah laju pembangunan yang dinilai semakin mengarah pada kepentingan investasi dan modal.

Menurut mereka, konsep Jakarta sebagai kota global idealnya tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan hidup warganya secara adil. Aspirasi tersebut menjadi alasan utama keberangkatan mereka menuju Balai Kota Jakarta Pusat pada pagi hari tersebut.

Situasi di titik keberangkatan hingga proses pergerakan rombongan menuju pusat kota dilaporkan berlangsung aman dan kondusif. Tidak terdapat insiden yang mengganggu jalannya kegiatan, baik di lokasi awal maupun sepanjang rute yang dilalui. Aparat yang melakukan pengamanan juga memastikan pergerakan berlangsung tertib tanpa eskalasi yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Sekitar pukul 08.05 WIB, setelah seluruh massa dipastikan bergerak meninggalkan lokasi, petugas melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak ada peserta yang tertinggal maupun potensi gangguan lanjutan di sekitar area Kampung Susun Bayam. Kondisi lingkungan kembali berangsur normal dan aktivitas warga sekitar berjalan seperti biasa.

Secara keseluruhan, kegiatan keberangkatan massa Forum Rembug Kampung Kota menuju Balai Kota Jakarta Pusat dapat dikategorikan berjalan sesuai rencana. Tidak ada laporan gangguan berarti selama proses berlangsung, dan situasi kamtibmas tetap terkendali dari awal hingga rombongan meninggalkan wilayah Jakarta Utara.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi masyarakat perkotaan yang dilakukan secara terbuka dan terorganisir. Meski membawa isu-isu yang cukup sensitif terkait tata kelola kota, pelaksanaan di lapangan menunjukkan adanya upaya menjaga ketertiban dari seluruh pihak yang terlibat, baik dari peserta maupun unsur pengamanan. Dengan demikian, pergerakan massa tersebut berakhir dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif sesuai laporan di lapangan.

Pewarta: Abdul Latif