Cerita Pagi dari Tuban, Polantas Tuban Jawab Kebingungan Warga Soal SIM, STNK, BPKB

oleh -41 Dilihat
oleh
Cerita Pagi dari Tuban, Polantas Tuban Jawab Kebingungan Warga Soal SIM, STNK, BPKB

Tuban, Selasa, 30 Juni 2026 — Arus kendaraan mulai ramai ketika jarum jam mendekati pukul 06.30 WIB. Jalan-jalan utama di Kota Tuban dipenuhi pekerja, pedagang, pelajar, hingga pengemudi angkutan yang bergegas memulai aktivitas. Di salah satu ruas jalan yang cukup padat, beberapa anggota Polantas Tuban tampak berdiri sambil menyapa setiap pengendara yang melintas.

Pemandangan itu sempat memunculkan beragam dugaan. Sejumlah pengendara terlihat mengurangi kecepatan, bahkan ada yang menoleh berkali-kali seolah memastikan situasi di depan. Sebagian mengira sedang berlangsung operasi lalu lintas seperti yang kerap dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

Namun setelah mendekat, suasana yang terlihat ternyata berbeda.

Tidak tampak kendaraan yang dihentikan karena pelanggaran. Tidak ada antrean pemeriksaan dokumen. Yang terlihat justru beberapa warga berbincang santai dengan petugas sambil sesekali membuka map berisi berkas kendaraan maupun menunjukkan foto dokumen melalui telepon genggam.

Situasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Program Polantas Tuban Menyapa yang kembali digelar Satlantas Polres Tuban. Melalui program ini, masyarakat dapat berkonsultasi secara langsung mengenai administrasi kendaraan maupun berbagai hal yang berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas tanpa harus datang ke kantor pelayanan.

Suasana yang terbuka membuat warga lebih mudah mendekat. Dalam hitungan menit, jumlah masyarakat yang singgah semakin bertambah. Ada yang sengaja berhenti untuk bertanya mengenai masa berlaku SIM, ada yang ingin memastikan prosedur pengurusan STNK, sementara sebagian lainnya meminta penjelasan mengenai administrasi BPKB setelah membeli kendaraan bekas.

Seorang pengemudi mobil pengangkut hasil pertanian mengaku awalnya hanya berniat melintas menuju lokasi distribusi. Saat melihat petugas berada di tepi jalan, ia mengurangi kecepatan karena menduga ada pemeriksaan kendaraan.

“Setelah saya lihat ternyata orang-orang malah ngobrol santai sama petugas. Akhirnya saya ikut berhenti karena memang ada yang ingin saya tanyakan,” ujarnya.

Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk berkonsultasi mengenai masa berlaku SIM yang akan segera berakhir. Selama beberapa hari terakhir ia mencoba mencari informasi melalui internet, tetapi menemukan penjelasan yang berbeda-beda sehingga membuatnya ragu menentukan langkah berikutnya.

Petugas kemudian menjelaskan tahapan yang perlu dipersiapkan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Penjelasan dilakukan secara langsung sehingga warga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan apabila masih ada hal yang belum jelas.

Tidak jauh dari lokasi, seorang ibu rumah tangga yang baru selesai berbelanja di pasar juga menghampiri petugas. Ia membawa map berisi dokumen kendaraan yang selama ini belum sempat diurus karena padatnya aktivitas sehari-hari.

Menurutnya, kesempatan bertanya langsung kepada petugas membuat informasi yang diterima terasa lebih jelas dibanding hanya mengandalkan berbagai sumber di media sosial. Setelah memperoleh penjelasan mengenai STNK, ia mengaku lebih memahami prosedur yang harus ditempuh.

Sepanjang kegiatan berlangsung, warga datang silih berganti. Pengemudi ojek online, pedagang, pekerja swasta hingga masyarakat yang baru selesai berolahraga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi. Topik yang dibahas pun beragam, mulai dari SIM, STNK, BPKB hingga pengingat mengenai pentingnya melengkapi dokumen kendaraan saat berkendara.

Selain menjawab pertanyaan masyarakat, anggota Polantas Tuban juga menyisipkan pesan keselamatan berlalu lintas dalam setiap diskusi. Penyampaiannya dilakukan secara santai sehingga mudah diterima. Saat pembahasan mengarah pada SIM, petugas mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik sebelum berkendara. Ketika membahas kendaraan roda dua, penggunaan helm berstandar keselamatan kembali menjadi perhatian.

Program ini juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan kepolisian. Sejumlah warga menyampaikan masukan mengenai kondisi lalu lintas di lingkungan masing-masing, mulai dari kepadatan arus kendaraan pada jam sekolah hingga beberapa titik yang dinilai memerlukan perhatian lebih. Aspirasi tersebut diterima sebagai masukan untuk evaluasi pelayanan ke depan.

Menjelang siang, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan seperti biasa. Meski kegiatan berakhir, masih terlihat warga yang datang untuk berkonsultasi. Kehadiran Program Polantas Tuban Menyapa menunjukkan salah satu pendekatan pelayanan yang berupaya mendekatkan informasi kepada masyarakat melalui komunikasi langsung di lapangan.

Bagi sebagian warga yang ditemui di lokasi, kegiatan seperti ini dinilai memudahkan mereka memperoleh penjelasan resmi mengenai administrasi kendaraan tanpa harus menebak-nebak informasi yang beredar. Pendekatan yang dilakukan secara terbuka dan komunikatif membuat masyarakat lebih leluasa bertanya sekaligus memahami berbagai ketentuan yang berkaitan dengan SIM, STNK, BPKB, serta keselamatan berlalu lintas.