Dua Siswa SDN Tapos 3 Depok Terluka Setelah Tertimpa Tembok Pagar Ambruk

oleh -74 Dilihat
oleh
Dua Siswa SDN Tapos 3 Depok Terluka Setelah Tertimpa Tembok Pagar Ambruk

DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Dua siswa kelas tiga SDN Tapos 3, Depok, terluka setelah tertimpa runtuhan tembok pagar pembatas sekolah. Keduanya mengalami luka pada bagian belakang kepala dalam peristiwa yang berlangsung di halaman sekolah. Kejadian tersebut terjadi ketika para siswa sedang menunggu persiapan pembelajaran olahraga.

Kepala SDN Tapos 3, Arum Ika Susanti, menjelaskan bahwa sejumlah siswa berada di bangku yang berbatasan langsung dengan tembok pagar. Bangku itu menjadi tempat beberapa siswa menunggu sebelum kegiatan olahraga dimulai. Kondisi tembok tersebut telah usang dan rapuh sehingga berada dalam keadaan berisiko bagi siswa yang beraktivitas di sekitarnya.

Menurut keterangan Arum, terdapat lima siswa di sekitar lokasi saat tembok pagar ambruk. Ketika bagian tembok tersebut runtuh, dua siswa terkena material bangunan dan mengalami cedera pada bagian belakang kepala. Sementara itu, siswa lain yang berada di sekitar lokasi tidak disebutkan mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Peristiwa itu berlangsung di lingkungan sekolah saat kegiatan pembelajaran belum dimulai. Para siswa sebelumnya menunggu persiapan pelajaran olahraga di halaman sekolah, termasuk di area bangku dekat pagar. Runtuhnya tembok kemudian membuat dua siswa yang berada di sekitar bangku tersebut terkena runtuhan. Pihak sekolah menyampaikan kronologi berdasarkan kondisi dan posisi para siswa ketika kejadian berlangsung.

Keterangan mengenai tembok yang sudah usang dan rapuh menjadi bagian dari penjelasan sekolah terkait kondisi pagar pembatas tersebut. Tidak ada informasi lain mengenai penyebab ambruknya tembok di luar kondisi yang disampaikan. Dua siswa yang terluka merupakan siswa kelas tiga SDN Tapos 3 dan mengalami luka di bagian belakang kepala setelah tertimpa runtuhan pagar di halaman sekolah.

Setelah tembok pagar ambruk dan menimpa dua siswa SDN Tapos 3 Depok, pihak sekolah segera mengambil langkah pertolongan dengan membawa keduanya ke rumah sakit. Tindakan tersebut dilakukan agar kedua siswa memperoleh pemeriksaan serta penanganan medis dari tenaga kesehatan. Penanganan di rumah sakit menjadi prioritas sekolah setelah memastikan para siswa telah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Arum menjelaskan bahwa pihak sekolah juga telah berkomunikasi dengan orang tua masing-masing siswa. Komunikasi itu dilakukan untuk menyampaikan kondisi korban, langkah penanganan yang sedang ditempuh, serta perkembangan pemeriksaan di rumah sakit. Dengan demikian, orang tua mendapatkan informasi langsung mengenai keadaan anak mereka setelah insiden tersebut.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, luka yang dialami kedua siswa berada di bagian belakang kepala. Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan, kondisi keduanya dipantau oleh tim dokter. Pihak sekolah tetap berkoordinasi selama proses tersebut untuk memastikan siswa memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya.

Setelah mendapatkan perawatan, kedua siswa dinyatakan boleh pulang oleh tim dokter. Keduanya kemudian kembali ke rumah masing-masing untuk memulihkan kondisi kesehatan. Kepulangan itu dilakukan setelah tim medis memberikan izin, sehingga proses pemulihan dapat dilanjutkan bersama keluarga. Pihak sekolah juga tetap berkomunikasi dengan orang tua terkait keadaan kedua siswa setelah mereka meninggalkan rumah sakit.

SDN Tapos 3 Depok telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok setelah dua siswanya terluka akibat tertimpa tembok pagar yang ambruk. Koordinasi tersebut dilakukan bersama bagian yang menangani sarana dan prasarana untuk membahas kondisi bangunan, penanganan pascakejadian, serta langkah perbaikan yang diperlukan agar lingkungan sekolah kembali aman bagi seluruh warga sekolah.

Arum menyampaikan, Dinas Pendidikan Kota Depok sebelumnya telah merencanakan perbaikan atau relokasi pagar pembatas di SDN Tapos 3 pada bulan tersebut. Namun, pihak sekolah sampai saat ini belum mengetahui secara pasti tanggal pelaksanaan pekerjaan itu. Karena itu, sekolah masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai jadwal, bentuk penanganan, dan tahapan pekerjaan yang akan dilakukan oleh dinas terkait.

Dinas Pendidikan juga telah datang langsung ke sekolah untuk melihat kondisi tembok yang ambruk. Peninjauan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, terutama karena pagar berada di area yang berkaitan dengan aktivitas siswa. Sekolah berharap hasil pemeriksaan lapangan segera ditindaklanjuti melalui perbaikan menyeluruh atau relokasi pagar ke posisi yang lebih aman.

Arum berharap perbaikan dapat segera dilakukan karena kondisi sejumlah fasilitas bangunan sekolah dinilai masih kurang representatif. Menurutnya, pembenahan tidak hanya penting untuk memulihkan fasilitas yang rusak, tetapi juga untuk memastikan keselamatan siswa selama mengikuti kegiatan belajar. Langkah tersebut diharapkan mencegah kejadian serupa terulang di SDN Tapos 3 maupun sekolah lain yang memiliki tembok atau pagar dengan kondisi tidak ramah anak. Perhatian terhadap sarana pendidikan perlu dilakukan secara berkala agar potensi bahaya dapat diketahui dan ditangani sebelum menimbulkan korban.

Kasi Kelembagaan dan Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Depok, Gunawan, mengatakan pihak sekolah bersama dinas telah menangani dua siswa SDN Tapos 3 Depok yang terluka setelah tertimpa tembok pagar yang ambruk. Setelah kejadian, kedua siswa dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai prosedur.

Menurut Gunawan, luka yang dialami para korban tidak cukup parah. Setelah memperoleh penanganan medis, kedua siswa diperbolehkan pulang. Pihak sekolah tetap melakukan koordinasi dengan dinas terkait kondisi siswa serta penanganan lanjutan yang diperlukan setelah insiden tersebut.

Gunawan menilai kondisi tembok pagar yang ambruk sudah mengkhawatirkan. Bangunan tersebut merupakan bangunan lama sehingga memerlukan perhatian dan perbaikan segera untuk mencegah kejadian serupa. Kondisi fisik tembok perlu ditangani secara menyeluruh agar tidak kembali membahayakan siswa maupun warga sekolah yang beraktivitas di sekitar area tersebut.

Dinas Pendidikan Kota Depok mendorong agar penanganan lokasi dan perbaikan tembok dilakukan secepatnya. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah, sekaligus mencegah bagian bangunan lain yang sudah rapuh menimbulkan risiko bagi warga sekolah. Perbaikan perlu segera dilaksanakan sesuai kondisi tembok dan kebutuhan keselamatan di SDN Tapos 3 Depok.