Dugaan Tambang Liar Tulungagung Terus Bergulir, Satreskrim Kumpulkan Bukti Baru

oleh -35 Dilihat
oleh
Dugaan Tambang Liar Tulungagung Terus Bergulir, Satreskrim Kumpulkan Bukti Baru

Tulungagung | Riuh suara wartawan terdengar dari lorong depan Unit Tipidter Satreskrim Polres Tulungagung, Selasa siang. Beberapa kamera mulai diarahkan ke pintu ruang pemeriksaan begitu kabar kedatangan Wahyu Budi Setiawan menyebar di kalangan jurnalis lokal. Nama mantan manajer K-cunk Motor itu memang sedang menjadi perhatian setelah muncul dalam rangkaian penyelidikan dugaan tambang ilegal yang kini ramai diperbincangkan masyarakat Tulungagung, 25/05/2026.

Sekitar pukul 13.30 WIB, Wahyu datang didampingi kuasa hukumnya, Helmi Rizal. Ia mengenakan kemeja lengan panjang warna gelap dan berjalan cepat menuju ruang pemeriksaan tanpa banyak memberi komentar kepada awak media yang sudah menunggu sejak siang.

Tidak ada pengamanan khusus di sekitar lokasi, namun suasana di lingkungan Satreskrim tampak lebih sibuk dibanding hari-hari biasanya. Beberapa petugas terlihat mondar-mandir membawa map dokumen. Sementara wartawan yang berdiri di sekitar lorong terus mencoba mencari informasi mengenai perkembangan kasus dugaan pertambangan tanpa izin tersebut.

Kasus ini sendiri mulai menjadi perhatian besar publik dalam beberapa pekan terakhir. Dugaan aktivitas tambang ilegal di wilayah Tulungagung selatan disebut menyeret nama sejumlah pihak yang dikenal memiliki pengaruh di lingkungan usaha lokal. Hal itulah yang membuat perkembangan perkara terus dipantau masyarakat.

Bagi sebagian warga Tulungagung, isu tambang ilegal sebenarnya bukan cerita baru. Aktivitas kendaraan pengangkut material tambang disebut sudah lama terlihat di beberapa jalur desa, terutama saat malam hingga dini hari.

“Kalau malam truk besar sering lewat. Suaranya sampai bikin warga terbangun,” ujar seorang warga di kawasan selatan Tulungagung.

Warga mengaku selama ini aktivitas tersebut seperti berjalan biasa tanpa ada tindakan yang terlihat jelas. Karena itu, ketika kasus ini mulai masuk proses penyelidikan kepolisian, perhatian masyarakat langsung tertuju pada langkah aparat penegak hukum.

Di dalam ruang penyidik, pemeriksaan terhadap Wahyu berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam. Selama proses klarifikasi berlangsung, tidak ada penjelasan resmi yang diberikan pihak kepolisian mengenai materi pemeriksaan.

Namun dari aktivitas di sekitar ruang Unit Tipidter, terlihat bahwa penyidik masih terus mendalami berbagai data tambahan yang berkaitan dengan dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut. Beberapa anggota polisi terlihat keluar masuk ruangan sambil membawa dokumen.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Wahyu akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan. Wajahnya tampak serius ketika dihampiri para wartawan yang sejak siang menunggu keterangannya.

Kepada awak media, Wahyu mengatakan dirinya telah menyerahkan sejumlah dokumen tambahan dan rekaman video kepada penyidik Satreskrim Polres Tulungagung.

“Saya datang memenuhi undangan klarifikasi dan memberikan data yang saya miliki kepada penyidik,” ujarnya singkat.

Ia tidak menjelaskan secara rinci isi dokumen yang diserahkan. Namun menurutnya, data tersebut berkaitan dengan perkara yang saat ini sedang menjadi perhatian publik di Tulungagung.

Nama Wahyu sendiri mulai ramai dibicarakan setelah muncul dalam sejumlah informasi terkait dugaan aktivitas penambangan tanpa izin di Tulungagung. Meski demikian, ia menegaskan bahwa posisinya saat ini masih sebatas pihak yang dimintai keterangan oleh penyidik.

Sementara itu, kuasa hukum Wahyu, Helmi Rizal, menyebut pemeriksaan berlangsung cukup lancar. Ia mengatakan pihaknya memang sengaja membawa tambahan bukti baru guna memperkuat data yang sebelumnya telah diberikan kepada penyidik.

Menurut Helmi, bukti tambahan tersebut berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan substansi perkara yang sedang ditangani polisi.

“Kami menyerahkan tambahan alat bukti yang menurut kami relevan dengan perkara ini dan semuanya berbasis data,” kata Helmi.

Tidak hanya itu, Helmi juga kembali meminta agar pihak-pihak yang disebut dalam laporan dipanggil langsung oleh penyidik untuk memberikan keterangan secara terbuka. Salah satu nama yang kembali disebut ialah Suyono Hadi Pranoto.

“Kalau ingin semuanya jelas, yang bersangkutan harus hadir sendiri memberikan penjelasan. Tidak cukup hanya melalui perwakilan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut kembali memunculkan dugaan bahwa penyelidikan kasus tambang ilegal di Tulungagung kemungkinan masih akan berkembang lebih luas. Sejumlah pihak menduga aparat kepolisian masih akan memanggil tambahan saksi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, perhatian masyarakat terhadap perkara ini juga dipicu oleh dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan sekitar. Warga di sejumlah wilayah selatan Tulungagung mengaku mulai merasakan perubahan kondisi lingkungan dalam beberapa tahun terakhir.

Kerusakan jalan desa akibat kendaraan berat menjadi salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Selain itu, debu dari aktivitas pengangkutan material tambang juga disebut mulai mengganggu kawasan permukiman warga.

“Jalan jadi cepat rusak karena hampir tiap malam dilewati kendaraan berat,” ujar warga lainnya.

Tidak sedikit warga yang mengaku khawatir terhadap potensi kerusakan alam yang lebih besar apabila aktivitas pertambangan tanpa izin terus berlangsung. Beberapa kawasan bahkan disebut rawan longsor ketika musim hujan tiba.

Aktivis lingkungan di Tulungagung juga mulai ikut menyoroti perkembangan kasus tersebut. Mereka menilai dugaan tambang ilegal harus dijadikan momentum untuk memperbaiki pengawasan aktivitas pertambangan di daerah.

Menurut mereka, lemahnya kontrol terhadap aktivitas galian menjadi salah satu alasan praktik tambang ilegal sulit dihentikan. Karena itu, mereka berharap aparat penegak hukum benar-benar serius mengusut perkara tersebut hingga tuntas.

“Kalau pengawasan ketat, aktivitas seperti ini tidak mungkin berjalan lama,” ujar seorang aktivis lingkungan.

Selain kerusakan lingkungan, masyarakat juga menilai aktivitas tambang ilegal berpotensi merugikan negara karena dilakukan tanpa izin resmi. Penambangan ilegal dianggap menghilangkan potensi pendapatan daerah dari sektor pertambangan yang seharusnya bisa masuk secara legal.

Karena itu, warga berharap proses hukum berjalan secara terbuka dan tidak berhenti hanya pada pemeriksaan formalitas semata.

“Yang dilihat masyarakat sekarang bukan cuma pemeriksaannya, tapi keberanian aparat menuntaskan kasus ini,” kata seorang warga yang ikut memantau perkembangan perkara.

Di sekitar Mapolres Tulungagung, pembicaraan mengenai dugaan mafia tambang ilegal memang terus berkembang. Beberapa warga mengaku baru berani berbicara setelah perkara tersebut mulai ramai diberitakan media.

“Banyak sebenarnya yang tahu aktivitas itu, cuma selama ini orang memilih diam,” ujar warga lainnya.

Pihak pelapor dalam perkara ini juga berharap penyidik menghadirkan lebih banyak saksi untuk memperkuat alat bukti. Mereka menilai aktivitas pertambangan tanpa izin tidak mungkin berjalan tanpa adanya pihak lain yang mengetahui kegiatan tersebut.

Menurut Helmi, masyarakat kini sedang menunggu langkah konkret aparat penegak hukum dalam menangani dugaan praktik tambang ilegal tersebut.

“Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya berlaku untuk orang kecil,” katanya.

Hingga Selasa petang, pihak Satreskrim Polres Tulungagung belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan Wahyu Budi Setiawan. Penyidik disebut masih mempelajari sejumlah dokumen dan data tambahan yang telah diterima selama proses klarifikasi berlangsung.

Meski demikian, informasi yang berkembang menyebut kemungkinan adanya pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah pihak lain masih sangat terbuka. Polisi juga dikabarkan masih mengumpulkan dokumen pendukung untuk memperkuat proses penyelidikan.

Kasus ini kini berkembang menjadi perhatian serius masyarakat Tulungagung. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum benar-benar menunjukkan keberanian dalam mengusut dugaan praktik tambang ilegal tanpa membedakan status sosial pihak yang terlibat.

Bagi sebagian warga, perkara ini menjadi ujian terhadap komitmen aparat dalam menindak praktik yang selama ini dianggap sulit disentuh hukum. Mereka berharap kasus ini tidak berhenti hanya sebagai isu yang ramai dibicarakan sesaat.

Apabila penanganannya dilakukan secara tegas dan transparan, masyarakat percaya kasus ini bisa menjadi awal pembenahan pengawasan aktivitas pertambangan di Tulungagung. Namun jika prosesnya berjalan lambat atau berhenti di tengah jalan, kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dikhawatirkan kembali menurun.

Menjelang malam, aktivitas di sekitar Satreskrim Polres Tulungagung perlahan mulai kembali normal. Wartawan yang sejak siang menunggu perkembangan pemeriksaan satu per satu meninggalkan lokasi. Meski begitu, pembicaraan mengenai dugaan tambang ilegal di Tulungagung tampaknya masih akan terus menjadi perhatian publik dalam waktu yang cukup panjang.

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam perkara ini. Mulai dari siapa saja pihak yang mengetahui aktivitas pertambangan tersebut, bagaimana praktik itu bisa berjalan cukup lama, hingga kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di balik aktivitas tambang tanpa izin yang kini menjadi sorotan masyarakat luas.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil penyidik Satreskrim Polres Tulungagung. Di tengah sorotan masyarakat yang semakin besar, aparat dituntut membuktikan bahwa penanganan dugaan tambang ilegal benar-benar dilakukan secara serius dan tidak berhenti hanya pada tahap klarifikasi awal semata.