JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, KRL nomor 1382 dengan relasi Jakarta Kota–Bogor mengalami gangguan pada pintu rangkaian CLI-225. Gangguan itu menyebabkan pintu kedua pada rangkaian tersebut tidak dapat ditutup. Peristiwa ini diketahui ketika kereta tiba di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada sore hari.
Informasi mengenai gangguan tersebut disampaikan setelah rangkaian KRL sampai di peron Stasiun Tanjung Barat. Pada saat pemeriksaan, kondisi pintu kedua pada rangkaian CLI-225 menjadi perhatian karena tidak dapat berada dalam posisi tertutup. Gangguan ini berkaitan langsung dengan operasional pintu rangkaian, sementara perjalanan KRL nomor 1382 tetap tercatat sebagai relasi Jakarta Kota–Bogor.
Stasiun Tanjung Barat menjadi lokasi diketahuinya masalah pada rangkaian itu. Karena pintu tidak dapat ditutup, penanganan perlu dilakukan agar perjalanan kereta dapat berlangsung dengan memperhatikan kondisi rangkaian dan keselamatan penumpang. Penanganan terhadap gangguan tersebut kemudian berlanjut hingga Depok.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa gangguan pada salah satu pintu rangkaian dapat diketahui melalui pemeriksaan ketika kereta berhenti di stasiun. Bagi penumpang KRL nomor 1382, informasi tersebut penting untuk memahami adanya penanganan pada rangkaian CLI-225 dalam perjalanan menuju Bogor. Tidak ada keterangan tambahan mengenai penyebab teknis gangguan pintu tersebut. Fakta yang disampaikan adalah pintu kedua tidak dapat ditutup dan masalah itu diketahui saat kereta tiba di Stasiun Tanjung Barat pada sore hari.
Setelah gangguan pada pintu rangkaian KRL relasi Jakarta Kota–Bogor diketahui, langkah awal penanganan dilakukan melalui koordinasi KAI Commuter dan petugas terkait di lapangan. Pemeriksaan diarahkan untuk mengetahui bagian pintu yang mengalami kendala serta memastikan pengaruhnya terhadap kesiapan rangkaian untuk melanjutkan perjalanan. Proses tersebut menjadi bagian penting sebelum keputusan operasional berikutnya ditetapkan.
Dalam pemeriksaan itu, KAI Commuter melibatkan teknisi dari PT Industri Kereta Api (INKA). Keterlibatan teknisi diperlukan karena gangguan pada pintu perlu ditangani berdasarkan pemeriksaan teknis, bukan hanya pengamatan dari sisi operasional. Petugas memeriksa kondisi pintu yang bermasalah dan melakukan upaya penanganan sesuai prosedur yang berlaku. Koordinasi antarpihak juga dilakukan agar informasi mengenai kondisi rangkaian dapat disampaikan secara tepat dan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, gangguan pada pintu tersebut belum berhasil diperbaiki. Dengan demikian, rangkaian masih menghadapi kendala yang perlu dipertimbangkan sebelum perjalanan diteruskan atau layanan diatur dengan skema lain. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan tidak semata-mata bergantung pada keberadaan petugas teknis, tetapi juga pada hasil pemeriksaan dan tingkat keamanan rangkaian setelah dilakukan upaya perbaikan.
Keputusan operasional berikutnya kemudian diambil dengan mempertimbangkan kondisi pintu yang masih mengalami gangguan. KAI Commuter perlu memastikan bahwa setiap tindakan terhadap perjalanan dan rangkaian tetap mengutamakan keselamatan penumpang, petugas, serta kelancaran layanan. Selama proses pemeriksaan berlangsung, informasi mengenai perkembangan penanganan menjadi dasar bagi petugas untuk mengatur perjalanan hingga rangkaian dapat dinyatakan siap atau langkah operasional lain harus diterapkan.
Pada pukul 19.05 WIB, perjalanan KRL relasi Jakarta Kota–Bogor tetap dilanjutkan menuju Stasiun Depok. Keputusan tersebut diambil setelah gangguan pada salah satu pintu kereta ditangani agar rangkaian dapat kembali bergerak dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelancaran perjalanan penumpang. Dengan demikian, kereta tidak dihentikan di lokasi, melainkan meneruskan perjalanan sesuai arah layanan yang telah ditetapkan.
Selama perjalanan menuju Depok, pintu yang mengalami gangguan dijaga oleh petugas keamanan dalam kereta atau Pengawal Kereta Api (WALKA). Pengawalan ini dilakukan untuk memastikan area pintu tetap terpantau dan mencegah penumpang menggunakan bagian yang bermasalah. Petugas juga dapat memberikan imbauan apabila diperlukan, sehingga penumpang tetap berada pada posisi yang aman selama kereta berjalan.
Sebagai langkah pengamanan tambahan, laju kereta dibatasi hingga 30 kilometer per jam. Pembatasan kecepatan tersebut diberlakukan untuk mengurangi risiko selama rangkaian melanjutkan perjalanan dalam kondisi terdapat gangguan pada pintu. Meskipun waktu tempuh dapat terdampak, langkah itu menjadi bagian dari prosedur penanganan agar perjalanan tetap berlangsung secara terkendali.
Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menyampaikan bahwa penanganan terhadap gangguan tersebut dilakukan secara berkelanjutan selama perjalanan. Menurutnya, petugas tetap melakukan pengawalan dan pemantauan hingga kereta mencapai Stasiun Depok, sementara langkah lanjutan disiapkan untuk memastikan kondisi rangkaian dapat ditangani sesuai prosedur. Penumpang diimbau mengikuti arahan petugas, tidak memaksakan penggunaan pintu yang mengalami gangguan, serta menjaga ketertiban di dalam kereta. Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya KAI Commuter menjaga keselamatan penumpang sekaligus memastikan layanan tetap dapat berjalan.
Gangguan perjalanan Commuter Line relasi Jakarta Kota–Bogor yang berdampak hingga wilayah Depok ditangani dengan mengganti rangkaian yang mengalami masalah. Penanganan dilakukan di Stasiun Depok setelah petugas memastikan kondisi rangkaian dan mengatur proses pemindahan seluruh pengguna ke kereta pengganti. Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga keselamatan penumpang sekaligus memungkinkan perjalanan kembali dilanjutkan secara bertahap.
Proses pemindahan pengguna dilakukan dengan arahan petugas di area peron dan dalam rangkaian. Pengguna diminta mengikuti instruksi, tidak berdesakan, serta memberikan ruang bagi proses pemeriksaan dan penataan operasional. Setelah rangkaian pengganti siap digunakan, pengguna dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kereta tersebut. Koordinasi petugas stasiun, masinis, dan pengendali perjalanan dilakukan agar pertukaran rangkaian berlangsung tertib.
Setelah rangkaian bermasalah ditukar dengan rangkaian pengganti, Commuter Line nomor 1382 kembali diberangkatkan dari Stasiun Depok pada pukul 19.40 WIB. Keberangkatan ini menandai dimulainya pemulihan perjalanan, meskipun dampak gangguan masih dirasakan pada sejumlah layanan yang melintas di lintas tersebut. Penyesuaian perjalanan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan keselamatan seluruh pengguna.
Akibat gangguan itu, sebanyak sembilan perjalanan KRL pada relasi Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo mengalami keterlambatan. Waktu keterlambatan tercatat 9 hingga 32 menit. KAI Commuter mengimbau pengguna untuk tetap menjaga ketertiban selama berada di stasiun maupun di dalam kereta, mengikuti informasi dan arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan. Pengguna juga diharapkan tidak memaksakan diri masuk ke rangkaian yang telah penuh dan memberi kesempatan kepada petugas untuk menjalankan prosedur penanganan gangguan.

