JAKARTA PUSAT — Sekitar 50 orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Nusantara menggelar aksi penyampaian pendapat di kawasan Silang Selatan Monas, tepatnya di seberang Gedung Danareksa, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). Aksi tersebut dipimpin oleh Pj. Irsyan dan berlangsung sejak sekitar pukul 12.20 WIB.
Dalam aksinya, massa menyampaikan desakan agar pemerintah dan aparat penegak hukum mengungkap secara tuntas pihak-pihak yang disebut sebagai aktor intelektual di balik kericuhan yang terjadi pada aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026. Mereka juga meminta proses pengungkapan dilakukan secara terbuka kepada masyarakat.
Sejumlah perlengkapan digunakan untuk mendukung penyampaian aspirasi, antara lain satu kendaraan bermotor dengan nomor polisi D 8560 TO, perangkat pengeras suara, serta spanduk. Salah satu pesan yang dibawa massa menyoroti permintaan kepada pemerintah agar segera mengusut pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kericuhan pada 27 Agustus lalu.
Dalam orasinya, peserta aksi menyatakan dukungan terhadap upaya aparat dalam menjaga stabilitas keamanan. Mereka menilai penyampaian pendapat seharusnya dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan, sehingga tidak boleh dicampuri oleh pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk menciptakan gangguan keamanan.
Massa juga meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penanganan di lapangan, tetapi menelusuri pihak yang diduga mengorganisasi maupun membiayai kerusuhan. Mereka meyakini aparat memiliki kemampuan serta teknologi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang berada di balik peristiwa tersebut.
Gerakan Pemuda Nusantara menegaskan kesiapan untuk mendukung aparat dalam menjaga keamanan serta berharap pemerintah memberikan penjelasan kepada publik mengenai hasil pengusutan. Mereka menyatakan akan menunggu langkah konkret pemerintah terkait tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 12.25 WIB itu berlangsung dengan penyampaian orasi dari atas kendaraan hingga akhirnya berakhir sekitar pukul 13.05 WIB. Setelah seluruh aspirasi disampaikan, massa membubarkan diri secara tertib dan situasi di sekitar lokasi dilaporkan kembali kondusif.
Pewarta: Abdul Latif

