Jokowi dan SBY Hadir Berdampingan dalam Peringatan HUT ke-81 TNI

oleh -33 Dilihat
oleh
Jokowi dan SBY Hadir Berdampingan dalam Peringatan HUT ke-81 TNI

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar di Lapangan Prima Markas Besar TNI (Mabes TNI), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi perhatian dalam rangkaian acara yang memperingati perjalanan dan pengabdian TNI bagi negara.

Joko Widodo merupakan Presiden Indonesia ketujuh, sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden Indonesia keenam. Keduanya hadir bersama sejumlah tokoh nasional dalam upacara yang berlangsung di lingkungan Mabes TNI. Para tamu undangan mengikuti jalannya kegiatan peringatan HUT TNI di lokasi yang telah disiapkan untuk agenda kenegaraan tersebut.

Berdasarkan pantauan di Lapangan Prima Mabes TNI, Jokowi dan SBY terlihat duduk berdampingan selama acara berlangsung. Posisi tempat duduk tersebut tampak dalam rangkaian kehadiran para tokoh nasional yang mengikuti upacara. Keduanya terlihat berada di undangan lain yang hadir untuk menyaksikan peringatan hari jadi TNI.

Upacara HUT ke-81 TNI di Jakarta menjadi salah satu agenda penting pada Senin tersebut. Kehadiran mantan presiden, pejabat negara, serta tokoh nasional lainnya melengkapi susunan tamu dalam acara resmi itu. Dari lokasi kegiatan, Jokowi dan SBY tercatat hadir sebagai dua mantan kepala negara yang mengikuti peringatan bersama di Lapangan Prima Mabes TNI.

Rangkaian acara berlangsung dengan suasana resmi sesuai tata upacara peringatan HUT TNI. Kehadiran dua presiden terdahulu, yang masing-masing pernah memimpin Indonesia pada periode berbeda, turut menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan nasional tersebut. Pantauan di lapangan hanya menunjukkan bahwa Jokowi dan SBY duduk berdampingan di para undangan selama peringatan berlangsung.

Susilo Bambang Yudhoyono hadir dengan mengenakan baret berwarna hijau. Pada bagian baret tersebut terdapat logo Kostrad. Selain baret, ia juga mengenakan sejumlah atribut yang berkaitan dengan unsur militer, yaitu brevet dan empat bintang. Atribut-atribut itu terlihat sebagai bagian dari penampilannya ketika menghadiri peringatan HUT ke-81 TNI.

Pakaian yang dikenakan SBY dilengkapi jas berwarna hitam. Pada bagian dada kiri jas tersebut terpasang tanda kehormatan. Dengan demikian, penampilan SBY terdiri atas baret hijau berlogo Kostrad, brevet, empat bintang, jas hitam, serta tanda kehormatan di sisi kiri dada. Seluruh unsur tersebut tampak dikenakan secara bersamaan dalam acara yang juga dihadiri oleh sejumlah tokoh.

Sementara itu, Joko Widodo atau Jokowi tampil dengan peci hitam. Ia memadukan peci tersebut dengan jas dan dasi berwarna hitam. Peci, jas, dan dasi menjadi bagian utama dari pakaian yang dikenakan Jokowi pada kesempatan tersebut. Berbeda dari SBY yang mengenakan baret hijau, brevet, empat bintang, dan tanda kehormatan, Jokowi terlihat menggunakan peci sebagai penutup kepala serta setelan jas dengan dasi hitam.

Kedua mantan presiden tersebut hadir dalam acara yang sama dengan pilihan pakaian dan atribut masing-masing. SBY mengenakan sejumlah tanda dan perlengkapan yang tampak pada baret, pakaian, serta bagian dada kirinya. Jokowi mengenakan peci hitam, jas, dan dasi hitam. Uraian tersebut menggambarkan penampilan keduanya berdasarkan pakaian dan atribut yang terlihat saat menghadiri peringatan HUT ke-81 TNI.

Upacara peringatan HUT ke-81 TNI dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan akan digelar dengan melibatkan jajaran prajurit dari berbagai matra, tamu undangan, serta pejabat negara yang hadir dalam agenda kenegaraan tersebut. Waktu pelaksanaan dan susunan kegiatan menjadi bagian penting dalam persiapan acara, meskipun pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi di lapangan.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto dijadwalkan bertindak sebagai komandan upacara. Dalam susunan awal acara, rangkaian kegiatan akan diawali dengan laporan komandan upacara kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan tersebut menjadi penanda dimulainya prosesi utama, sekaligus menyampaikan kesiapan pasukan yang mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia.

Setelah menerima laporan, Presiden Prabowo dijadwalkan memeriksa pasukan. Pemeriksaan itu akan dilakukan dengan menggunakan kendaraan taktis Maung, kendaraan produksi PT Pindad yang menjadi salah satu produk industri pertahanan dalam negeri. Penggunaan kendaraan tersebut turut memperlihatkan dukungan terhadap penguatan kemampuan industri pertahanan nasional dan pemanfaatan produk buatan Indonesia dalam kegiatan resmi kenegaraan.

Sesudah pemeriksaan pasukan, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan amanat dalam upacara HUT ke-81 TNI. Amanat tersebut diperkirakan menjadi salah satu agenda utama karena memuat pesan bagi prajurit sekaligus penekanan terhadap peran TNI dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Namun, penyampaian amanat masih tercantum sebagai bagian dari susunan kegiatan yang dijadwalkan.

Dalam rangkaian yang sama, Presiden Prabowo juga dijadwalkan memberikan penghargaan kepada sejumlah satuan dan personel TNI. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian, prestasi, serta kontribusi yang diberikan dalam pelaksanaan tugas. Seluruh agenda tersebut masih berstatus sebagai jadwal kegiatan, sehingga waktu dan urutan pelaksanaannya dapat mengikuti perkembangan persiapan upacara di lokasi.

Setelah rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 TNI selesai, agenda dilanjutkan dengan defile pasukan dan parade alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyaksikan langsung kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi TNI.

Defile pasukan akan menjadi salah satu agenda yang mengiringi kegiatan setelah upacara. Dalam rangkaian ini, pasukan TNI akan tampil di hadapan para tamu dan undangan yang hadir. Pelaksanaan defile tersebut memperlihatkan kesinambungan acara peringatan, dari prosesi upacara menuju agenda yang menampilkan unsur personel serta kesiapan pertahanan.

Selain defile, perhatian juga diarahkan pada parade alutsista TNI. Parade ini akan menampilkan sejumlah persenjataan dan peralatan militer baru yang dimiliki TNI. Penampilan tersebut menjadi bagian penting dalam agenda peringatan karena memberikan gambaran mengenai peralatan yang digunakan untuk mendukung tugas dan tanggung jawab pertahanan negara.

Presiden Prabowo dijadwalkan menyaksikan defile pasukan sekaligus parade alutsista itu secara langsung. Kehadiran kepala negara dalam agenda tersebut menegaskan bahwa rangkaian HUT ke-81 TNI tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi berlanjut dengan penampilan pasukan dan peralatan pertahanan. Seluruh kegiatan tetap berlangsung sesuai susunan acara yang telah disiapkan dalam peringatan tersebut.