Penyaluran FLPP Baru 177.161 Unit, Ara Minta BP Tapera Kejar Target 350.000 Rumah

oleh -44 Dilihat
oleh
Penyaluran FLPP Baru 177.161 Unit, Ara Minta BP Tapera Kejar Target 350.000 Rumah

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 9 Oktober 2026 baru mencapai sekitar separuh dari target yang ditetapkan untuk tahun ini. Berdasarkan data yang dipaparkan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, sebanyak 177.161 unit rumah telah tersalurkan pada siang hari tanggal tersebut. Angka itu menjadi capaian sementara dari target penyaluran FLPP sebanyak 350.000 unit hingga akhir 2026.

Dari total penyaluran tersebut, sebagian besar merupakan rumah subsidi tapak. Rinciannya, sebanyak 177.140 unit atau rumah tapak telah disalurkan kepada masyarakat. Sementara itu, penyaluran untuk rumah susun subsidi tercatat sebanyak 21 unit. Dengan demikian, keseluruhan capaian FLPP yang disebutkan BP Tapera terdiri atas dua kategori hunian, yaitu rumah subsidi tapak dan rumah susun subsidi.

Jumlah 177.161 unit tersebut masih menyisakan jarak yang cukup besar terhadap target tahunan sebesar 350.000 unit. Secara perbandingan, capaian hingga 9 Oktober baru berada di kisaran 50 persen dari sasaran yang harus dipenuhi sampai penghujung tahun. Selisih realisasi dan target itu menunjukkan masih terdapat jumlah unit yang perlu disalurkan untuk mencapai sasaran 2026.

Adapun waktu yang tersedia untuk mengejar target tersebut tersisa sekitar tiga bulan, yakni hingga Desember 2026. Dalam periode itu, penyaluran FLPP perlu dihitung berdasarkan kekurangan dari capaian sementara 177.161 unit dibandingkan target 350.000 unit. Data tersebut menjadi gambaran posisi penyaluran program perumahan bersubsidi pada 9 Oktober 2026, dengan komposisi yang didominasi rumah subsidi tapak.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mempertanyakan kinerja penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang baru mencapai 177.161 unit. Pertanyaan itu disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi penyaluran KPR FLPP di Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat, pada 9 Oktober 2026.

Dalam rapat tersebut, Maruarar, yang akrab disapa Ara, menyoroti jarak realisasi dan target penyaluran yang telah ditetapkan. Dengan target sebanyak 350.000 unit rumah, capaian sementara tersebut baru berada di kisaran setengah sasaran. Kondisi itu menjadi perhatian karena waktu pelaksanaan program masih berlangsung, tetapi percepatan diperlukan agar target tahunan dapat terpenuhi.

Ara kemudian mempertanyakan apakah target yang ditetapkan sejak awal terlalu besar. “Apakah kuota yang ditetapkan terlalu besar?” ujar Maruarar dalam rapat evaluasi tersebut. Pertanyaan itu mencerminkan perlunya penilaian terhadap kapasitas penyaluran, kesiapan perbankan, serta efektivitas koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam program FLPP.

Maruarar juga mengarahkan pertanyaan lanjutan kepada Heru mengenai capaian yang telah diperoleh. “Apakah ini sudah maksimal? Apakah pencapaiannya masih dapat ditingkatkan?” tanyanya. Ia menekankan bahwa evaluasi tidak hanya diperlukan untuk mencatat jumlah unit yang telah tersalurkan, tetapi juga untuk menemukan hambatan dan langkah perbaikan yang dapat segera diterapkan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Heru menyampaikan bahwa BP Tapera bersama timnya masih perlu bekerja lebih keras. Menurut dia, capaian penyaluran yang ada belum menjadi alasan untuk berhenti mengejar sasaran. BP Tapera akan terus melakukan upaya percepatan dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait agar penyaluran FLPP dapat meningkat.

Heru menegaskan bahwa masih tersedia waktu sampai Desember 2026 untuk mengejar target 350.000 unit. Sisa waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan proses penyaluran, sehingga selisih realisasi dan sasaran dapat diperkecil. Evaluasi bersama diharapkan menghasilkan strategi yang lebih efektif untuk mempercepat akses masyarakat terhadap pembiayaan rumah bersubsidi.

Untuk mempercepat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BP Tapera menyiapkan langkah pemasaran yang melibatkan langsung jajaran pimpinan lembaga. Para pimpinan akan turun ke lapangan untuk memperkenalkan dan menyosialisasikan rumah subsidi kepada masyarakat, sekaligus mendorong calon penerima manfaat agar segera memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang tersedia. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi dan mempercepat penyerapan unit yang telah dibangun.

Kegiatan pemasaran tersebut berada di bawah tanggung jawab Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma. Namun, pelaksanaannya tidak hanya mengandalkan bidang yang dipimpinnya. Seluruh deputi komisioner bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dan tim terkait juga akan terlibat dalam kegiatan pemasaran serta sosialisasi. Keterlibatan lintas unit tersebut dipandang penting agar upaya pencapaian target dapat berjalan lebih terkoordinasi, baik di tingkat pusat maupun di berbagai daerah.

Sid menjelaskan bahwa meskipun tanggung jawab utama terhadap pencapaian target berada pada bidang Pemanfaatan Dana, seluruh komisioner, deputi komisioner, dan tim telah membagi tugas untuk mengejar sasaran penyaluran. Pemasaran akan menyasar rumah subsidi yang sudah siap huni atau ready stock, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai unit yang tersedia dan proses pembiayaannya secara lebih konkret. Promosi dilakukan secara langsung melalui kunjungan dan kegiatan lapangan, serta secara tidak langsung dengan memanfaatkan metode daring. Sasaran pasarnya mencakup masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk calon pembeli yang belum terjangkau oleh kegiatan promosi konvensional. Dengan kombinasi pendekatan tersebut, BP Tapera berupaya meningkatkan minat masyarakat, mempercepat proses pengajuan, dan mendukung realisasi target pembangunan serta penyaluran 350.000 rumah.

BP Tapera menyiapkan strategi sosialisasi yang lebih dekat dengan kondisi lapangan untuk mendorong penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Berdasarkan keterangan Heru, kegiatan tersebut akan diarahkan ke lokasi perumahan subsidi yang memiliki pasokan rumah relatif tinggi. Pemilihan lokasi juga mempertimbangkan wilayah dengan jumlah penduduk besar, sehingga informasi mengenai rumah subsidi dapat menjangkau lebih banyak calon penerima manfaat. Pendekatan ini diharapkan membuat sosialisasi tidak berhenti pada penjelasan administratif, tetapi terhubung langsung dengan ketersediaan hunian.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat akan diajak datang dan melihat secara langsung rumah subsidi yang telah selesai dibangun. Kunjungan ke kawasan perumahan menjadi bagian utama dari format kegiatan tersebut. Calon pembeli dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi bangunan, lingkungan, serta pilihan rumah yang tersedia sebelum mengambil keputusan. Dengan melihat unit secara langsung, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk memahami produk hunian yang ditawarkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta kemampuan pembiayaan masing-masing.

Kegiatan di lokasi akan melibatkan sejumlah pihak yang berkaitan dengan proses penyediaan dan pembiayaan rumah. Tim teknis dapat menjelaskan kondisi serta spesifikasi bangunan, sedangkan perbankan memberikan informasi mengenai skema pembiayaan dan persyaratan pengajuan. Pengembang memperkenalkan rumah yang tersedia, sementara masyarakat sekitar dari berbagai profesi dilibatkan sebagai calon peserta sosialisasi. Mereka dapat menyaksikan atau mengikuti showcase rumah subsidi yang sudah siap huni, sekaligus memperoleh penjelasan langsung dari pihak-pihak terkait.

Langkah tersebut disiapkan BP Tapera sebagai bagian dari upaya mengejar target penyaluran FLPP hingga akhir 2026. Pengarahan sosialisasi ke kawasan dengan stok rumah dan populasi tinggi menjadi strategi lapangan yang akan dijalankan untuk memperluas jangkauan informasi serta mempertemukan masyarakat dengan hunian yang tersedia. Namun, langkah ini tetap merupakan bagian dari proses pencapaian target, tanpa memastikan hasil akhir penyaluran hingga periode tersebut.