Puluhan Warga Dievakuasi Setelah Banjir Melanda Dua Kawasan di Padang

oleh -772 Dilihat
oleh
Banjir Bandang Rendam Dua Kawasan di Padang, Lebih dari 50 Warga Dievakuasi

Padang | Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi puluhan warga yang terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. Evakuasi dilakukan setelah genangan merendam permukiman warga di dua lokasi yang berada di wilayah Kecamatan Koto Tangah. Kedua lokasi tersebut adalah kawasan Kota Panjang Ikua dan Lubuk Minturun.

Banjir mulai terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu siang, 9 November. Hujan yang berlangsung kemudian menyebabkan air sungai meluap dan mengalir ke area permukiman. Luapan itu membuat genangan muncul di sejumlah bagian Kota Panjang Ikua dan Lubuk Minturun, sehingga warga yang berada di lokasi terdampak membutuhkan bantuan untuk keluar dari kawasan banjir.

Pengerahan tim SAR gabungan ditujukan untuk menjangkau warga yang masih berada di tengah genangan serta memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman. Petugas melakukan proses evakuasi di dua kawasan tersebut sesuai kondisi di lapangan. Peristiwa ini menjadi perhatian karena banjir berlangsung setelah hujan lebat memicu peningkatan aliran sungai hingga meluap ke lingkungan sekitar.

Penanganan difokuskan pada penyelamatan puluhan warga di Kecamatan Koto Tangah. Kota Panjang Ikua dan Lubuk Minturun menjadi lokasi utama yang ditangani dalam operasi tersebut. Tim SAR gabungan terus berupaya memastikan warga terdampak dapat dievakuasi dengan aman, sementara penyebab genangan yang disebutkan berkaitan dengan luapan air sungai akibat hujan lebat sejak Sabtu siang.

Kondisi banjir di sejumlah permukiman di Padang membuat warga menghadapi situasi yang cukup berbahaya. Air menggenangi rumah dan akses lingkungan dengan ketinggian lebih dari 50 sentimeter. Genangan tersebut tidak hanya berada dalam keadaan diam, tetapi juga mengalir cukup deras sehingga menyulitkan warga untuk berjalan atau keluar secara mandiri dari kawasan terdampak.

Air banjir yang terlihat berwarna kecokelatan turut membatasi jarak pandang dan membuat kondisi di sekitar permukiman semakin sulit dipantau. Arus yang bergerak kuat berisiko menyeret warga, terutama mereka yang berada di dalam rumah atau harus melewati jalan yang telah tertutup genangan. Keadaan itu menyebabkan puluhan warga terjebak dan membutuhkan bantuan petugas untuk dapat meninggalkan area yang terdampak banjir dengan aman.

Komandan Tim Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Tri Desyu Herman, menyampaikan keterangan tersebut setelah proses evakuasi pada Sabtu malam. Ia menjelaskan bahwa ketinggian air yang melampaui 50 sentimeter, disertai arus yang cukup deras, menjadi alasan utama warga perlu dievakuasi. Kondisi itu membuat mereka tidak memungkinkan untuk keluar sendiri tanpa pendampingan atau bantuan dari tim penyelamat.

Dalam proses penanganan, petugas membantu warga melewati genangan dan membawa mereka menuju lokasi yang lebih aman. Evakuasi dilakukan untuk mengurangi risiko yang dapat muncul akibat arus banjir, terutama ketika air terus mengalir di rumah dan jalur permukiman. Situasi di lapangan menunjukkan bahwa banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga langsung mengancam keselamatan mereka sehingga pertolongan segera menjadi kebutuhan utama.

Proses evakuasi warga terdampak banjir berlangsung sejak sore hingga malam hari. Tim SAR bekerja langsung di tengah genangan dan aliran air untuk menjangkau permukiman yang sulit diakses melalui jalur darat. Kondisi tersebut membuat proses pemindahan warga memerlukan kehati-hatian, terutama ketika arus air masih mengalir di sejumlah titik.

Dalam pelaksanaannya, personel SAR menggunakan perahu karet untuk mendatangi lokasi warga yang membutuhkan bantuan. Perahu tersebut digunakan untuk bergerak melintasi genangan sekaligus membawa warga menuju area yang lebih aman. Petugas juga memastikan setiap tahap pemindahan dilakukan secara terarah, dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan keselamatan warga selama berada di tengah banjir.

Selain perahu karet, bentangan tali dipakai sebagai alat bantu untuk membantu warga menyeberangi aliran air. Tali itu menjadi pegangan bagi warga dan petugas ketika melintasi bagian yang tergenang atau memiliki arus cukup kuat. Penggunaan perlengkapan tersebut memungkinkan proses evakuasi tetap berlangsung meskipun akses menuju beberapa lokasi terhambat oleh banjir.

Operasi yang dilakukan hingga malam hari itu berhasil memindahkan lebih dari 50 warga ke tempat yang lebih aman. Evakuasi dilaksanakan secara langsung di area terdampak, bukan hanya melalui pemantauan dari luar kawasan. Upaya tersebut menunjukkan pentingnya respons cepat dan koordinasi petugas ketika banjir menggenangi permukiman serta membatasi pergerakan warga.

Proses evakuasi warga terdampak banjir di dua kawasan di Padang terus dilakukan hingga Sabtu malam. Kantor SAR Padang bekerja bersama personel Polda Sumatera Barat yang dipimpin Wakil Kepala Polda Sumbar Brigjen Pol Solihin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta berbagai unsur terkait lainnya. Para petugas bergerak secara terpadu untuk menjangkau permukiman yang masih tergenang, membantu warga keluar dari rumah, dan memindahkan mereka ke lokasi yang lebih aman.

Dalam pelaksanaan evakuasi, petugas memprioritaskan kelompok rentan yang membutuhkan penanganan segera. Anak-anak, perempuan hamil, lanjut usia, serta warga yang sedang sakit didahulukan untuk mendapatkan bantuan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena genangan dapat menyulitkan mobilitas, terutama bagi warga yang berada di rumah dengan akses keluar terbatas. Selain mengevakuasi penduduk, petugas juga memantau situasi di sejumlah titik dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.

Koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat selama kondisi banjir belum sepenuhnya pulih. Hingga Sabtu malam, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, belum terdapat keterangan resmi mengenai korban jiwa, sehingga pendataan dan pemantauan masih berlangsung. Di sisi lain, genangan air dilaporkan perlahan mulai surut di beberapa lokasi. Warga tetap diimbau berhati-hati dan mengikuti arahan petugas, khususnya apabila kondisi di sekitar tempat tinggal masih berisiko atau arus air kembali meningkat.

Baca juga: Mengungkap Kawasan Agrinas: Audit Produksi Didorong untuk Keberlanjutan | Satgas Pemberantasan Premanisme Polresta Bandung Amankan 15 Orang dan Puluhan Dus Miras, Obat Keras Ribuan Butir Disita | Peduli Pendidikan di Kawasan Ring Satu