Rakercab ke-II IWAPI Jakut Jadi Ajang Konsolidasi UMKM dan Pengusaha Perempuan

oleh -45 Dilihat
oleh
Rakercab ke-II IWAPI Jakut Jadi Ajang Konsolidasi UMKM dan Pengusaha Perempuan

Jakarta | Ruang rapat lantai 14 Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Kebon Bawang, Tanjung Priok, pada Senin pagi 29 Juni 2026, tampak dipadati ratusan peserta yang didominasi para pelaku usaha perempuan. Sekitar 200 orang hadir dalam agenda Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ke-II Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jakarta Utara Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB.

Sejak awal kegiatan, suasana di lokasi terlihat tertib dan terorganisir. Para peserta dari berbagai unsur pengurus IWAPI tingkat cabang pembantu (PAC) se-Jakarta Utara mulai berdatangan lebih awal dan menempati kursi yang telah disiapkan panitia. Agenda ini menjadi salah satu forum konsolidasi organisasi perempuan pengusaha yang cukup besar di wilayah Jakarta Utara pada tahun berjalan.

Rakercab tahun ini mengangkat tema “Membangun Ketangguhan Bisnis Perempuan Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Persaingan Global”, yang menekankan pada penguatan peran perempuan dalam sektor ekonomi, khususnya di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif. Tema tersebut menjadi benang merah seluruh rangkaian agenda yang dibahas dalam forum.

Kegiatan dibuka dengan susunan acara yang berjalan sistematis. MC terlebih dahulu membuka jalannya forum, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IWAPI yang dinyanyikan bersama seluruh peserta. Setelah itu, pembacaan doa menjadi penanda dimulainya agenda resmi sebelum memasuki laporan panitia pelaksana.

Setelah laporan disampaikan, Ketua DPC IWAPI Jakarta Utara, Dr. (H.C.) Jenny Widjaja, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Rakercab ke-II tersebut. Momen pembukaan ditandai dengan pernyataan resmi yang menegaskan dimulainya sidang organisasi, disambut tepuk tangan peserta yang memenuhi ruang rapat utama.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah unsur pemerintahan dan organisasi. Walikota Administrasi Jakarta Utara yang diwakili Kabag Perekonomian Sekretariat Kota, Rd. Dewi Sartika, SH., turut hadir mewakili pemerintah daerah. Dari unsur organisasi perempuan pengusaha, hadir Ketua PW IPEMI DKI Jakarta, H. Mariana Harahap, serta perwakilan dari Kadin Jakarta Utara, Arief D.

Selain itu, tampak pula jajaran DPD IWAPI melalui Komtap Kesekretariatan, Danti Sufemi, serta unsur TNI-Polri yang diwakili Kodim 0502/JU oleh Pasi Pers Kapten Arh Mulyadi, dan Polres Metro Jakarta Utara melalui Kabag SDM AKBP Amin Miharjo. Kehadiran lintas unsur ini menandakan kuatnya sinergi antara organisasi perempuan pengusaha dengan pemangku kepentingan di wilayah Jakarta Utara.

Usai pembukaan, acara berlanjut dengan agenda coffee break singkat sebelum memasuki sidang pleno pertama yang dipimpin pimpinan sidang sementara. Pada sesi ini, forum mulai memasuki pembahasan substansi organisasi, termasuk laporan pertanggungjawaban DPC IWAPI Jakarta Utara tahun anggaran 2026.

Dalam pemaparan laporan, berbagai capaian dan aktivitas organisasi selama satu tahun terakhir disampaikan kepada peserta. Setelah itu, forum dilanjutkan dengan penyampaian rencana program kerja IWAPI Jakarta Utara untuk tahun 2026 yang menjadi fokus utama Rakercab tahun ini.

Diskusi kemudian berkembang dalam sesi tanya jawab, tanggapan, serta proses pengesahan program kerja. Para peserta dari berbagai PAC memberikan masukan terkait arah penguatan organisasi, terutama dalam aspek pengembangan usaha anggota dan perluasan jaringan bisnis perempuan di wilayah Jakarta Utara.

Dalam sambutannya yang menjadi salah satu momen utama kegiatan, Ketua DPC IWAPI Jakarta Utara, Dr. (H.C.) Jenny Widjaja, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Ia membuka sambutan dengan salam lintas agama dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus yang telah bekerja menyukseskan agenda Rakercab tersebut.

Ia menekankan bahwa perempuan pengusaha di Jakarta Utara tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika ekonomi yang berkembang pesat. Menurutnya, wilayah Jakarta Utara memiliki potensi besar mulai dari sektor pelabuhan, UMKM pesisir, kuliner, fashion hingga ekonomi digital yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha perempuan.

Dalam arahannya, ia juga menyampaikan fokus kerja IWAPI Jakarta Utara tahun 2026 yang mencakup penguatan kapasitas anggota, peningkatan akses permodalan, perluasan jaringan pemasaran, serta penguatan solidaritas organisasi hingga tingkat PAC. Hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat fondasi organisasi agar lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi.

Lebih lanjut, ia menyinggung tantangan ekonomi global yang dinilai semakin kompleks, termasuk persaingan di sektor digital yang menuntut pelaku usaha untuk lebih inovatif. Namun demikian, ia menegaskan optimisme bahwa melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, para anggota IWAPI dapat bertahan dan berkembang di tengah situasi tersebut.

“Perempuan yang tangguh akan melahirkan ekonomi keluarga yang tangguh, dan itu adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” demikian salah satu penekanan dalam sambutannya yang disambut antusias para peserta Rakercab.

Setelah seluruh rangkaian sidang pleno selesai, forum kemudian memasuki tahap pembacaan hasil-hasil Rakercab yang merangkum seluruh keputusan dan program kerja yang telah disepakati bersama. Dokumen hasil tersebut menjadi dasar arah gerak organisasi IWAPI Jakarta Utara sepanjang tahun anggaran 2026.

Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Ketua DPC IWAPI Jakarta Utara dengan pengetukan palu sidang sebagai tanda berakhirnya forum. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana lebih santai dan penuh keakraban antaranggota.

Seluruh rangkaian Rakercab ke-II DPC IWAPI Jakarta Utara Tahun 2026 akhirnya selesai sekitar pukul 11.30 WIB. Berdasarkan pantauan pelaksanaan kegiatan, acara berjalan dengan tertib, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti sejak awal hingga penutupan.

Dengan berakhirnya forum tersebut, IWAPI Jakarta Utara menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat peran perempuan pengusaha sebagai motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus memperluas kontribusi organisasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global di tahun-tahun mendatang.

Pewarta: Abdul Latif