Respon BPOM Terhadap Skin Booster Hadm yang Viral di Korea Selatan

oleh -73 Dilihat
oleh

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 18 September 2026, Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan produk skin booster yang sedang viral di Korea Selatan yang diketahui mengandung human acellular dermal matrix (HADM). Dalam siaran persnya, BPOM menginformasikan kepada publik mengenai status legalitas produk tersebut di Indonesia. Dikatakan bahwa produk ini tidak memiliki izin edar resmi di tanah air, dan saat ini belum terdaftar dalam sistem regulasi yang berlaku di Indonesia.

Seiring dengan meningkatnya popularitas skin booster di kalangan masyarakat, BPOM merasa perlu untuk memberikan klarifikasi agar konsumen tidak terjebak dalam penggunaan produk yang belum terjamin keamanannya. Penegasan yang disampaikan oleh BPOM ini penting, mengingat tren kecantikan sering kali membawa produk dari luar negeri yang mungkin belum melalui proses evaluasi yang ketat. Keselamatan penggunaan produk kecantikan harus menjadi perhatian utama bagi setiap individu, terutama yang berhubungan langsung dengan prosedur medis atau perawatan kulit.

BPOM menghimbau kepada masyarakat untuk selalu memastikan bahwa setiap produk yang digunakan telah terdaftar dan memperoleh izin edar dari lembaga yang berwenang. Hal ini diperlukan untuk menghindari risiko kesehatan yang mungkin dapat ditimbulkan akibat penggunaan produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan efektivitas. Sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen, BPOM juga memantau dan mengevaluasi produk yang beredar di pasaran untuk memastikan bahwa semuanya sesuai dengan ketentuan yang ada.

Badannya Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia saat ini menjalankan investigasi menyeluruh terkait produk HADM yang viral di Korea Selatan dan baru-baru ini menarik perhatian masyarakat di Indonesia. Tindakan ini diambil sebagai respons terhadap laporan mengenai potensi efek samping dari penggunaan skin booster tersebut, yang diklaim memberikan hasil instan dalam perawatan kulit. Dengan semakin banyaknya pengguna yang membicarakan efektivitas produk ini, BPOM merasa perlu untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi dalam peredarannya.

Keterlibatan kedua kedeputian BPOM yang aada saat ini, yaitu kedeputian yang berfokus pada pengawasan obat dan penindakan, penting untuk menegakkan regulasi yang relevan dalam industri kecantikan dan kesehatan. Investigasi ini mencakup pengumpulan data mengenai komposisi, izin edar, dan juga studi klinis yang mendukung klaim dari produk tersebut. BPOM ingin memastikan bahwa produk yang beredar di pasaran tidak hanya efektif tetapi juga aman untuk digunakan oleh masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang harus diterapkan pada semua produk yang berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan.

Selanjutnya, setiap temuan dari investigasi ini akan dirangkum dan analisis untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Jika ditemukan pelanggaran atau produk yang membahayakan kesehatan, maka BPOM tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas, termasuk menarik produk dari peredaran. Proses ini diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada konsumen serta memastikan bahwa produk yang beredar di pasar Indonesia memenuhi standar yang telah ditetapkan. Partisipasi masyarakat dalam memberikan laporan atau informasi tambahan juga sangat dibutuhkan untuk mendukung proses ini.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) memberikan klarifikasi yang signifikan terkait produk skin booster HADM yang belakangan ini menjadi viral di Korea Selatan. Klarifikasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat mengenai keamanan dan keabsahan produk tersebut. Perdoski menjelaskan bahwa HADM, yang merupakan singkatan dari Human Allogeneic Dermal Matrix, adalah produk yang berasal dari jaringan manusia yang diambil dari donor yang telah terverifikasi.

Produk ini melalui proses pengolahan yang sangat ketat untuk memastikan tidak ada sel hidup yang tersisa sehingga mengurangi risiko infeksi dan reaksi terhadap produk. Proses ini dilakukan oleh lembaga yang berkompeten dan terakreditasi, dengan mengikuti pedoman yang telah ditetapkan secara internasional. Dengan langkah-langkah tersebut, HADM didesain untuk memenuhi standar keamanan yang tinggi, baik untuk pengguna maupun untuk industri kesehatan secara umum.

Perdoski menekankan pentingnya memahami bahwa penggunaan produk ini bukan sekadar tren, melainkan berdasarkan penelitian ilmiah yang mendalam. Meskipun banyak produk skin booster lain di pasar, HADM memberikan keunggulan tersendiri berkat teknologi canggih yang digunakan dalam proses mengolah jaringan donor. Penjelasan dari Perdoski ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang tertarik untuk menggunakan produk-produk yang berkaitan dengan perawatan kulit, termasuk skin booster HADM. Edukasi tentang produk ini sangat penting, mengingat masih ada kesalahpahaman di masyarakat mengenai asal usul dan keamanan produk berbasis donor manusia.

Dalam upaya untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk yang beredar di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerapkan regulasi yang ketat terhadap setiap produk yang hendak didistribusikan di pasaran. Hal ini termasuk dalam produk skin booster HADM yang tengah viral di Korea Selatan. BPOM mengharuskan agar semua produk yang ingin masuk ke pasar Indonesia harus melalui proses registrasi dan evaluasi. Proses ini bertujuan untuk menjamin bahwa produk memenuhi standar keselamatan dan kualitas sebelum dapat diberikan kepada konsumen.

Seiring dengan meningkatnya popularitas produk HADM, penting bagi produsen untuk memahami bahwa meskipun produk tersebut telah mendapatkan izin di negara asal, hal itu bukan jaminan bahwa produk tersebut akan langsung diizinkan untuk dipasarkan di Indonesia. BPOM memerlukan bukti yang jelas mengenai keamanan bahan, metode produksi, dan efektivitas produk. Dengan demikian, setiap informasi yang disampaikan oleh produsen harus didukung oleh data ilmiah yang valid.

Regulasi yang diterapkan oleh BPOM mencakup penilaian menyeluruh terhadap kandungan serta efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh penggunaan produk. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kasus-kasus yang dapat merugikan konsumen, yang sering kali muncul akibat informasi yang tidak akurat mengenai khasiat atau keamanan produk. Oleh karena itu, setiap produk HADM yang ingin didistribusikan di Indonesia harus membuktikan kemampuannya dalam memenuhi semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh BPOM.

Seiring dengan pengembangan dan inovasi produk di industri kecantikan, BPOM tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa semua produk yang beredar di Indonesia adalah aman dan efektif bagi konsumen. Dengan adanya regulasi yang tegas, konsumen dapat memiliki kepercayaan yang lebih tinggi dalam memilih produk untuk perawatan kulit mereka.