Duka di Ajang Garjas Kodam XIV/Hasanuddin, Prajurit Korem 141/Toddopuli Meninggal Dunia

oleh -34 Dilihat
oleh
Duka di Ajang Garjas Kodam XIV/Hasanuddin, Prajurit Korem 141/Toddopuli Meninggal Dunia

Makassar, 11 Juni 2026 – Suasana pelaksanaan kegiatan Garjas Cabang Renang di lingkungan Kodam XIV/Hasanuddin mendadak berubah menjadi kepanikan setelah seorang prajurit yang tengah mengikuti rangkaian tes kebugaran dilaporkan mengalami penurunan kesadaran secara tiba-tiba pada Kamis pagi.

Prajurit tersebut diketahui bernama Kopral Dua (Kopda) Darius Laki Leka, anggota Kodim 1406/Wajo, Korem 141/Toddopuli. Berdasarkan data yang dihimpun, almarhum lahir di Kupang pada 19 Desember 1991 dan tercatat aktif berdinas di satuan teritorial Kodim 1406/Wajo.

Peristiwa itu terjadi ketika kegiatan Garjas Cabang Renang (Cabareg) sedang berlangsung. Sejumlah peserta yang berada di lokasi sempat menyaksikan Kopda Darius tiba-tiba terjatuh dan menunjukkan tanda-tanda penurunan kesadaran. Kondisi tersebut langsung memicu respons cepat dari petugas kesehatan yang telah bersiaga mendampingi jalannya kegiatan.

Menurut informasi yang diperoleh, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal begitu mengetahui kondisi korban. Dalam hitungan menit, berbagai tindakan darurat dilakukan untuk mempertahankan kondisi vital prajurit tersebut sebelum dievakuasi menuju rumah sakit.

Di tengah situasi yang menegangkan, petugas kesehatan memberikan bantuan pernapasan menggunakan oksigen dengan aliran 5 liter per menit melalui nasal kanul. Upaya tersebut dilakukan sambil mempersiapkan proses evakuasi agar korban dapat segera mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Sejumlah personel kesehatan dan pendamping turut terlibat dalam proses evakuasi tersebut. Mereka memastikan seluruh prosedur medis darurat dapat berjalan secepat mungkin selama perjalanan menuju rumah sakit.

Korban kemudian dibawa ke RS Ibnu Sina Makassar menggunakan kendaraan yang telah disiapkan. Dalam proses mobilisasi tersebut, Kopda Darius didampingi oleh Kapten Ckm (K) dr. Rezki, Kapten Ckm Paembonan, Serma Sigit, serta Pratu Ersyad yang bertugas sebagai pengemudi kendaraan evakuasi.

Saksi di lokasi menyebutkan bahwa sejak awal kejadian, petugas medis terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi korban. Setiap perkembangan selama perjalanan dicatat guna memudahkan proses penanganan lanjutan setibanya di rumah sakit.

Setelah tiba di RS Ibnu Sina, tim medis rumah sakit segera mengambil alih penanganan. Berbagai langkah penyelamatan dilakukan secara intensif mengingat kondisi korban saat itu dinilai sangat kritis.

Tenaga kesehatan yang bertugas langsung melakukan serangkaian tindakan resusitasi guna mengembalikan fungsi jantung dan pernapasan korban. Prosedur Resusitasi Jantung Paru (RJP) menjadi salah satu langkah utama yang ditempuh tim medis untuk memberikan kesempatan terbaik bagi korban.

Selain itu, pemeriksaan penunjang berupa elektrokardiogram (EKG) juga dilakukan guna mengetahui kondisi aktivitas jantung secara lebih rinci. Seluruh tindakan medis dilakukan sesuai standar penanganan kegawatdaruratan yang berlaku.

Meski berbagai upaya telah dikerahkan oleh tim kesehatan, kondisi Kopda Darius tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Tim dokter terus berupaya melakukan tindakan penyelamatan hingga batas maksimal kemampuan medis yang tersedia.

Situasi di ruang penanganan darurat saat itu berlangsung penuh ketegangan. Rekan-rekan korban yang ikut mendampingi hanya dapat menunggu sambil berharap adanya perkembangan positif dari hasil tindakan medis yang sedang dilakukan.

Namun setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan tindakan resusitasi, dokter yang menangani akhirnya menyampaikan kabar duka. Berdasarkan hasil evaluasi medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 06.27 WITA.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh dr. Irsan, dokter yang menangani korban di RS Ibnu Sina. Keputusan medis itu diambil setelah seluruh prosedur penyelamatan dijalankan dan tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan yang dapat dipertahankan.

Kabar meninggalnya Kopda Darius segera menyebar di kalangan personel yang mengikuti kegiatan Garjas. Sejumlah prajurit tampak terkejut dan berduka atas peristiwa yang menimpa rekan mereka tersebut.

Dikenal sebagai anggota yang aktif berdinas, kepergian Kopda Darius meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan satuan, serta seluruh personel yang mengenalnya. Banyak pihak berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah tersebut.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi mengenai penyebab medis yang mendasari peristiwa tersebut. Penentuan penyebab kematian merupakan kewenangan tenaga medis berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan sesuai prosedur.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kegiatan pembinaan fisik militer, meskipun dilaksanakan dengan pengawasan ketat dan dukungan tenaga kesehatan, tetap memiliki risiko yang memerlukan kesiapsiagaan maksimal dari seluruh unsur pendukung. Oleh karena itu, keberadaan tim medis di setiap kegiatan kebugaran menjadi bagian penting dalam upaya memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat.

Di sisi lain, langkah cepat yang dilakukan petugas kesehatan sejak korban mengalami penurunan kesadaran hingga proses evakuasi menuju rumah sakit menunjukkan bahwa prosedur tanggap darurat telah dijalankan dalam waktu singkat. Meskipun hasil akhirnya tidak sesuai harapan, berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan secara maksimal oleh personel kesehatan lapangan maupun tim medis rumah sakit.

Kepergian Kopda Darius Laki Leka menambah daftar duka yang dirasakan keluarga besar TNI. Sosok prajurit kelahiran Kupang tersebut mengembuskan napas terakhir setelah mengalami kondisi darurat saat mengikuti kegiatan Garjas Cabang Renang di lingkungan Kodam XIV/Hasanuddin pada Kamis pagi.

Pihak keluarga dan satuan kini tengah mempersiapkan proses selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai rekan dan kolega yang mengenal almarhum selama menjalankan tugas pengabdiannya sebagai prajurit TNI.