Bamsoet Kembali Luncurkan Buku Terbaru ke-38 “Politik Hukum Konstitusi” dan Buku J. Osdar “Dari Senayan ke Ruang Kuliah”

oleh -46 Dilihat
oleh

JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), kembali meluncurkan buku terbaru ke-38 dan Buku Biografi tulisan Wartawan senior Kompas J. Osdar pada 10 September mendatang yang merekam perjalanan panjangnya di dunia politik, parlemen, hukum, hingga pendidikan. Dua buku tersebut adalah “Politik Hukum Konstitusi: Menjembatani Teori Akademis dan Realitas Parlemen” karya Bambang Soesatyo serta “Dari Senayan ke Ruang Kuliah: Jejak Kepemimpinan dan Pemikiran” karya jurnalis senior J. Osdar. Kedua buku tersebut akan diluncurkan pada Kamis (10/9/26) di Parle Senayan Park, Jakarta.

Kedua buku ini memiliki sudut pandang berbeda tetapi saling melengkapi. Buku Politik Hukum Konstitusi merupakan refleksi atas pengalaman panjang Bamsoet di parlemen sekaligus dunia akademik. Sedangkan buku karya J. Osdar merekam perjalanan Bamsoet dari dunia jurnalistik, usaha, organisasi, politik, kepemimpinan lembaga negara, hingga memasuki ruang pendidikan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa pengalaman di parlemen dan teori yang dipelajari di ruang kuliah seharusnya saling bertemu. Parlemen membutuhkan landasan akademis, sementara dunia akademik juga perlu memahami bagaimana teori bekerja ketika berhadapan dengan realitas politik dan kepentingan masyarakat,” ujar Bamsoet di Jakarta, Selasa (8/9/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, buku “Politik Hukum Konstitusi: Menjembatani Teori Akademis dan Realitas Parlemen” menjadi buku ke-38 karya Bamsoet. Buku tersebut membahas hubungan erat antara hukum, konstitusi, politik, dan proses pembentukan peraturan perundang-undangan. Pengalaman sebagai legislator membuatnya melihat bahwa sebuah undang-undang tidak lahir begitu saja. Ada perdebatan substansi, tarik-menarik kepentingan, aspirasi masyarakat, pertimbangan pemerintah, perkembangan teknologi, serta kebutuhan untuk menjaga agar setiap kebijakan tetap berada dalam koridor konstitusi.

Karena itu, Bamsoet memasukkan pengalaman empirisnya ke dalam buku tersebut melalui kolom khusus Catatan dari Kursi Parlemen. Kolom ini menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana sebuah teori hukum dan ketatanegaraan berhadapan dengan persoalan nyata dalam proses legislasi.

“Teori hukum yang dipelajari di kampus sering kali terasa berbeda dengan kenyataan saat menyusun undang-undang di parlemen. Di sana, gagasan diuji melalui perdebatan panjang untuk menemukan jalan terbaik bagi kepentingan bangsa,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, buku kedua, “Dari Senayan ke Ruang Kuliah: Jejak Kepemimpinan dan Pemikiran”, karya J. Osdar, menghadirkan perspektif berbeda mengenai perjalanan dirinya. Buku tersebut merekam transformasi seorang tokoh yang pernah berada di berbagai ruang pengabdian, mulai dari wartawan, pengusaha, aktivis organisasi, politisi, pimpinan DPR dan MPR, hingga pendidik.

Kiprah Bamsoet di dunia pendidikan antara lain tercermin melalui keterlibatannya dalam pendirian Universitas Perwira Purbalingga (Unperba), serta aktivitasnya sebagai dosen Pascasarjana Ilmu Hukum di sejumlah perguruan tinggi. Mulai menjadi dosen pascasarjana di Universitas Borobudur, Universitas Pertahanan, Universitas Terbuka hingga Universitas Jayabaya.

“Pengalaman di parlemen memberikan banyak pelajaran mengenai bagaimana negara mengambil keputusan. Pengalaman itu kemudian saya bawa ke ruang kuliah agar mahasiswa memahami bahwa hukum, politik, dan kebijakan publik memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan masyarakat,” pungkas Bamsoet.

Dua buku yang akan diluncurkan tersebut melengkapi sejumlah buku yang telah ditulis Bamsoet sebelumnya. Buku ke-1 karya Bamsoet adalah Rahasia Sukses dan Biografi Pengusaha Indonesia yang terbit pada tahun 1988; Buku ke-2 berjudul HIPMI, Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha diterbitkan pada tahun 1989; Buku ke-3 yaitu Mahasiswa dan Lingkaran Politik yang dirilis pada tahun 1989; Buku ke-4 berjudul Kelompok Cipayung, Gerakan dan Pemikiran / Mahasiswa Gerakan dan Pemikiran terbit pada tahun 1990; Buku ke-5 adalah Mahasiswa & Budaya Kemiskinan di Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 1990; Buku ke-6 bertajuk Kelompok Cipayung, Pandangan dan Realita yang diterbitkan pada tahun 1991; Buku ke-7 yaitu Masa Depan Bisnis Indonesia 2020 / Ekonomi Indonesia 2020 yang dirilis pada rentang tahun 1995/1998.

Buku ke-8 berjudul Skandal Gila Bank Century diterbitkan pada tahun 2010; Buku ke-9 adalah Perang-Perangan Melawan Korupsi yang terbit pada tahun 2011; Buku ke-10 bertajuk Pilpres Abal-Abal Republik Amburadul yang dirilis pada tahun 2011; Buku ke-11 berjudul Republik Galau: Presiden Bimbang, Negara Terancam Gagal terbit pada tahun 2012.

Buku ke-12 yaitu Skandal Bank Century di Tikungan Terakhir Pemerintahan SBY-Boediono yang diterbitkan pada tahun 2013; Buku ke-13 bertajuk Presiden dalam Pusaran Politik Sengkuni yang dirilis pada tahun 2013; Buku ke-14 berjudul 5 Kiat Praktis Menjadi Pengusaha No. 1 terbit pada tahun 2013; Buku ke-15 adalah Indonesia Gawat Darurat yang dipublikasikan pada tahun 2014; Buku ke-16 bertajuk Republik Komedi ½ Presiden yang diterbitkan pada tahun 2015; Buku ke-17 berjudul Ngeri-Ngeri Sedap: Catatan Kritis dan Kumpulan Tulisan Ketua Komisi III DPR RI dirilis pada tahun 2017 saat ia menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI ke-7.

Selanjutnya, buku ke-18 adalah Akal Sehat yang diterbitkan pada tahun 2019; Buku ke-19 berjudul DPR Adem di Bawah Bamsoet terbit pada tahun 2020 saat ia memimpin lembaga legislatif sebagai Ketua DPR RI ke-20; Buku ke-20 bertajuk Jurus 4 Pilar: Merangkul Milenial Menjaga Suhu Politik dirilis pada tahun 2020; Buku ke-21 adalah Negara Butuh Haluan yang dipublikasikan pada tahun 2021; Buku ke-22 berjudul Tetap Waras Jangan “Ngeres” terbit pada tahun 2021; Buku ke-23 bertajuk Indonesia Era Disrupsi: Utak Atik Politik Negara di Era Disrupsi dan Pandemi diterbitkan pada tahun 2022; Buku ke-24 adalah Vaksinasi Ideologi: Melawan Radikalisme dan Demoralisasi Bangsa yang dirilis pada tahun 2022; Buku ke-25 hingga ke-29 merupakan rangkaian kompilasi jilid 1 sampai 5 bertajuk Bunga Rampai Opini Bambang Soesatyo 2007-2022 yang diterbitkan pada tahun 2022.

Buku ke-30 berjudul PPHN Tanpa Amendemen diterbitkan pada tahun 2023; Buku ke-31 bertajuk Haluan Negara Menuju Indonesia Emas dirilis pada tahun 2023; Buku ke-32 adalah Konstitusi Butuh ‘Pintu Darurat’: Urgensi Memulihkan Wewenang Subjektif Superlatif MPR RI yang terbit pada tahun 2024 dari pemikiran Ketua MPR RI ke-15; Buku ke-33 berjudul Legacy MPR RI Periode 2019-2024: Pilar Demokrasi dan Landasan Hukum Negara dipublikasikan pada tahun 2024.

Berikutnya, buku ke-34 bertajuk Empat Pilar MPR RI: Strategi Konsensus Kebangsaan Menyongsong Bonus Demografi terbit pada tahun 2024; Buku ke-35 adalah Amendemen ke-5 Konstitusi: Menata Ulang Sistem Ketatanegaraan yang dirilis pada tahun 2025; Buku ke-36 berjudul Evaluasi Kritis Pemilihan Umum Langsung: Nomor Piro, Wani Piro – Revitalisasi Ketetapan MPR diterbitkan pada tahun 2025, dan buku ke-37 yang baru menjalani soft launching adalah 1001 Gagasan untuk Golkar: Panduan Eksekusi Strategi Politik, Organisasi, dan Pengabdian pada tahun 2026.

Bamsoet juga menerbitkan buku berbahasa Inggris dan bahasa Indonesia (Dua Bahasa) berjudul Save People Care For Economy melalui Amazon pada tahun 2020. Sebagai Dosen Pascasarjana (S3) Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya, dan Universitas Pertahanan (Unhan), Bamsoet menulis buku ajar berjudul Politik Hukum dan Kebijakan Publik pada tahun 2024. Ia juga menyusun buku ajar akademis berjudul Pembaruan Hukum yang diterbitkan pada tahun 2024.

Perjalanan hidup dan pemikiran Bamsoet juga diabadikan oleh rekan-rekan wartawan, diawali dengan buku Dari Wartawan ke Senayan yang terbit pada tahun 2018. Selanjutnya terbit buku otobiografi peringatan ulang tahun ke-60 berjudul 60 Tahun Meniti Buih di Antara Karang pada tahun 2022. Perjalanan tersebut berlanjut dengan terbitnya buku Bambang Soesatyo News Maker pada tahun 2023. Kemudian hadir buku Biografi Politik Bambang Soesatyo: Pemimpin Adaptif di Era Disrupsi yang dirilis pada tahun 2024. Rekan jurnalis juga menulis buku Politik, Pers, dan Jejak Langkah Kebangsaan: Catatan Personal dalam Arus Perubahan yang terbit pada tahun 2025.

Pewarta: Abdul Latif