Juventus Kehilangan Poin di Turin, Rennes Pulang dengan Hasil Imbang 2-2

oleh -167 Dilihat
oleh
Juventus Kehilangan Poin di Turin, Rennes Pulang dengan Hasil Imbang 2-2

Serang | Juventus memulai pertandingan ketiga fase liga Liga Europa 2026/2027 dengan kepercayaan diri tinggi saat menjamu Rennes di Allianz Stadium, Kamis malam, 22 Oktober 2026 waktu setempat. Dua kemenangan pada dua laga sebelumnya menjadi modal bagi tuan rumah untuk tampil agresif sejak awal. Dukungan publik Turin turut mengiringi pendekatan menyerang Juventus, yang berusaha mengambil kendali permainan dan menekan pertahanan lawan sejak menit-menit pertama.

Tekanan tersebut segera membuahkan hasil. Pada menit kelima, Zeki Celik mencetak gol pembuka setelah menerima umpan terobosan dari Nick Woltemade. Celik bergerak dari sisi kanan, memanfaatkan ruang di belakang barisan pertahanan Rennes, lalu berlari menuju gawang. Dalam situasi satu lawan satu, ia mampu menaklukkan Brice Samba dan membawa Juventus unggul 1-0. Penyelesaian itu memberi awal yang ideal bagi tim tuan rumah sekaligus membuat Allianz Stadium menyambut gol cepat tersebut dengan antusias.

Gol dini itu sempat memperkuat kendali Juventus atas pertandingan. Tuan rumah memiliki alasan untuk mempertahankan tempo tinggi, sementara Rennes harus menyesuaikan diri setelah tertinggal sebelum laga berjalan sepuluh menit. Umpan terobosan Woltemade dan pergerakan Celik menunjukkan bagaimana Juventus dapat memanfaatkan ruang secara langsung, tanpa perlu membangun serangan terlalu lama. Keunggulan tersebut juga memberi Juventus dorongan untuk terus mengarahkan permainan ke wilayah lawan.

Namun, gol cepat tidak serta-merta memastikan Juventus akan menjalani malam yang nyaman. Rennes tetap memiliki waktu untuk merespons, dan keunggulan tuan rumah ternyata hanya bertahan sekitar sepuluh menit. Dengan demikian, pembukaan yang menjanjikan itu berubah menjadi ujian lebih awal bagi Juventus. Setelah sempat memimpin dan terlihat menguasai jalannya laga, mereka harus menghadapi perubahan situasi sebelum keunggulan tersebut berkembang menjadi jarak yang lebih aman. Awal pertandingan pun memperlihatkan bahwa momentum di Turin dapat bergeser dengan cepat, meskipun Juventus datang dengan catatan sempurna dari dua laga pertamanya di fase liga.

Keunggulan Juventus tidak bertahan lama setelah Rennes meningkatkan tekanan dan menyamakan kedudukan pada menit ke-15. Serangan itu dibangun dari sisi kiri, saat pemain Rennes mengirimkan umpan silang menuju tiang jauh. Bryan Reynolds menyambut bola dengan sundulan, tetapi ia tidak langsung mengarahkannya ke gawang. Sundulannya justru meneruskan bola ke area depan gawang, melewati jangkauan para pemain bertahan Juventus. Mousa Tamari berada di posisi yang tepat untuk menuntaskan peluang tersebut. Ia menanduk bola melewati Guglielmo Vicario dan mengubah skor menjadi 1-1. Gol itu menjadi respons penting bagi Rennes, yang sebelumnya harus mengejar ketertinggalan di Turin. Pergerakan Reynolds di tiang jauh membuka ruang bagi Tamari, sementara penyelesaian sang penyerang membuat serangan sederhana tersebut berbuah gol. Setelah kebobolan, Juventus perlu kembali mengatur pertahanan dan mencari cara untuk merebut kendali permainan.

Tiga menit setelah gol penyama Rennes, Juventus memperoleh peluang untuk kembali unggul. Federico Gatti menyambut bola dengan sundulan dari muka gawang, dalam situasi yang memberi tuan rumah kesempatan besar untuk mencetak gol. Namun, kiper Rennes, Samba, bereaksi cepat dan menepis bola sebelum melewati garis gawang. Penyelamatan itu menjaga skor tetap imbang sekaligus menahan momentum Juventus, yang berusaha segera membalas setelah kebobolan. Peluang Gatti memperlihatkan bahwa tim tuan rumah masih mampu menciptakan ancaman di area berbahaya, tetapi penyelesaian dan ketangguhan penjaga gawang menjadi pembeda pada momen tersebut. Rennes pun terhindar dari kebobolan kedua dan dapat melanjutkan upayanya membangun serangan. Pertandingan kemudian berlangsung dalam persaingan yang ketat, dengan kedua tim berusaha memanfaatkan kesempatan tanpa memberi lawan ruang terlalu besar. Juventus belum berhasil mengubah peluang itu menjadi gol, sementara Rennes tetap menjaga keseimbangan permainan hingga memasuki penghujung babak pertama.

Menjelang turun minum, Rennes mendapat kesempatan untuk membalikkan keadaan melalui tendangan penalti. Pada menit ke-43, Douglas Luiz melakukan handball di area terlarang, sehingga wasit menunjuk titik putih. Boulaye Dia maju sebagai eksekutor dan menuntaskan penalti tersebut untuk membawa Rennes unggul 2-1. Gol itu mengubah arah skor setelah Juventus sebelumnya memimpin dan Rennes menyamakan kedudukan pada menit ke-15. Bagi tim tamu, keunggulan menjelang jeda menjadi hasil penting dari tekanan yang mereka bangun sepanjang babak pertama. Sementara itu, Juventus harus menerima bahwa peluang Gatti yang ditepis Samba tidak cukup untuk mempertahankan kendali. Setelah penalti Dia, waktu yang tersisa sebelum istirahat tidak mengubah keadaan. Rennes memasuki babak kedua dengan keunggulan 2-1, sedangkan Juventus memiliki pekerjaan untuk mengejar ketertinggalan dan mencari gol penyeimbang. Keadaan tersebut menjadikan babak kedua penting bagi kedua kesebelasan: Rennes perlu melindungi keunggulan, sementara Juventus harus menemukan jalan kembali ke dalam pertandingan di hadapan pendukungnya sendiri.

Selepas jeda, Rennes memilih pendekatan yang lebih bertahan dan berusaha menjaga keunggulan dengan merapatkan ruang di area pertahanan. Perubahan itu membuat Juventus kesulitan membangun serangan yang benar-benar berbahaya. Tuan rumah menguasai bola dan mencoba mengalirkannya ke depan, tetapi kerap tertahan sebelum bisa menembus kotak penalti. Rennes juga cukup disiplin dalam menutup jalur umpan, sehingga Juventus harus mencari celah melalui kombinasi dan pergerakan dari sisi lapangan. Meski tekanan terus meningkat, peluang bersih tidak mudah tercipta. Situasi tersebut menambah ketegangan bagi Juventus, yang membutuhkan gol untuk menghindari kehilangan poin di kandang sendiri.

Kesempatan penting bagi Juventus datang pada menit ke-66. Wasit menunjuk titik putih setelah Bryan Reynolds melakukan handball di area terlarang. Nick Woltemade maju sebagai eksekutor, sementara kiper Rennes, Brice Samba, bersiap menghadapi tendangan tersebut. Woltemade mengarahkan bola ke sisi berlawanan dari pergerakan Samba, yang melompat ke kiri. Eksekusi itu berhasil mengecoh sang penjaga gawang dan mengubah skor menjadi 2-2. Gol tersebut menghidupkan kembali harapan Juventus untuk membalikkan keadaan, sekaligus membuat pertandingan kembali terbuka. Setelah menyamakan kedudukan, Juventus terus mencari gol tambahan, sedangkan Rennes berusaha bertahan dan mempertahankan hasil imbang.

Untuk menambah daya serang pada fase akhir, Juventus memasukkan Jérémie Boga dan Jhon Lucumi. Tuan rumah meningkatkan tekanan dan mencoba memanfaatkan setiap bola yang masuk ke kotak penalti. Pada menit ke-88, Lucumi sempat menyambut bola dari jarak dekat setelah bola lebih dahulu membentur pemain. Juventus pun merayakan gol yang tampak dapat membawa mereka unggul, tetapi pemeriksaan VAR mengubah keputusan di lapangan. Lucumi dinyatakan berada dalam posisi offside saat rangkaian serangan itu terjadi, sehingga gol tersebut dianulir. Keputusan itu menggagalkan upaya Juventus mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir. Kedua tim masih berusaha mencari peluang tersisa, tetapi pertahanan Rennes mampu bertahan hingga peluit panjang. Tidak ada gol tambahan, dan pertandingan berakhir dengan skor 2-2. Juventus harus puas berbagi poin di Turin setelah gol akhir mereka tidak disahkan.

Juventus dan Rennes berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 di Turin. Hasil tersebut membuat Juventus gagal memaksimalkan kesempatan tampil di kandang sendiri dan mengakhiri awal apik mereka di fase liga. Bianconeri tidak mampu membawa pertandingan menuju kemenangan, sementara Rennes pulang dengan satu poin dari lawatan tersebut. Skor akhir itu juga tercermin pada posisi kedua tim dalam klasemen: Juventus berada di urutan keempat dengan tujuh poin, sedangkan Rennes menempati posisi ke-13 dengan lima poin.

Tambahan satu poin menjaga Juventus tetap berada di empat besar tetapi hasil imbang ini.