Mozza Axillia Gunarsa adalah seorang remaja berusia 18 tahun yang berasal dari Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Pada tanggal 25 Juni 2025, Mozza dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumahnya, sebuah kejadian yang menimbulkan kepanikan di kalangan keluarganya dan masyarakat sekitar. Saat meninggalkan rumah, Mozza dikatakan berpamitan dengan anggota keluarganya dan menyatakan ingin pergi ke sebuah tempat yang tidak jauh dari desa mereka. Namun, informasi mengenai tujuan spesifiknya tidak begitu jelas, yang menambah kekhawatiran orang tuanya.
Setelah menyadari bahwa Mozza tidak kembali pada malam harinya, keluarganya mulai merasakan adanya kejanggalan. Mereka menghubungi beberapa teman dan kerabat untuk menanyakan keberadaan Mozza, namun semua usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Dengan rasa cemas yang semakin mendalam, keluarga akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk menemukan Mozza secepat mungkin dan menghilangkan rasa khawatir yang melanda mereka.
Keluarga Mozza sangat terpukul dengan hilangnya putri mereka. Reaksi awal mereka dipenuhi dengan harapan bahwa Mozza akan segera kembali. Namun, setelah beberapa hari tanpa kabar, perasaan cemas itu perlahan berubah menjadi ketidakpastian yang menyakitkan. Mereka tidak hanya mengandalkan pihak kepolisian, tetapi juga berusaha untuk menyebarkan informasi mengenai kehilangan Mozza melalui media sosial dan berbagai forum komunitas, berharap dapat menemukan petunjuk yang bisa mengarah kepada keberadaannya. Penggalangan dukungan dari masyarakat setempat sangat signifikan, karena beberapa warga juga ikut membantu pencarian, menandakan bahwa kejadian ini telah menarik perhatian publik.
Setelah laporan kehilangan Mozza Axillia diterima, proses penyelidikan dimulai dengan cepat oleh pihak kepolisian. Investigasi awal dilakukan oleh Polres Semarang, yang segera membentuk tim khusus untuk mengumpulkan informasi dan bukti yang relevan. Penyelidik mulai dengan menginterogasi anggota keluarga dan teman dekat Mozza, mencari tahu aktivitas terakhir serta lokasi yang sering dikunjungi sebelum kepergian yang misterius tersebut.
Pada saat yang sama, pihak kepolisian melakukan pencarian di sejumlah tempat yang kemungkinan terkait dengan keberadaan Mozza. Penyelidikan ini mencakup pemeriksaan CCTV di area sekitar, menganalisis rekaman yang bisa memberikan petunjuk tentang aktivitas terakhir Mozza. Upaya tersebut membawa hasil ketika dompet dan identitas Mozza berhasil ditemukan di Sumatera Utara. Temuan ini berperan penting dalam memberikan arah baru bagi penyelidikan.
Dengan ditemukannya barang-barang ini, Polres Semarang segera berkoordinasi dengan tim Jatanras Polda Jateng agar penyelidikan dapat lebih diperluas. Tim Jatanras, yang memiliki pengalaman dalam menangani kasus-kasus kekerasan dan kriminal, membantu dalam penyusunan strategi investigasi yang lebih efektif. Mereka melakukan analisis mendalam terhadap bukti-bukti yang ditemukan serta mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang calon saksi yang mungkin memiliki wawasan mengenai kasus ini.
Investigasi yang dilakukan tidak hanya fokus pada pengumpulan informasi, tetapi juga penelusuran jaringan sosial Mozza, yang mungkin dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kehilangannya. Penyidik berusaha menemukan pola yang mungkin mengindikasikan adanya kejahatan yang lebih kompleks, serta melakukan wawancara dengan saksi-saksi yang berpotensi membantu dalam mengungkap kasus ini.
Secara keseluruhan, proses investigasi ini mencerminkan sinergi Polres Semarang dan tim Jatanras Polda Jateng yang bertujuan untuk menemukan titik terang dari hilangnya Mozza Axillia. Dengan langkah-langkah sistematis dan kolaboratif, diharapkan kebenaran di balik kasus ini dapat segera terungkap.
Pada tanggal 3 September 2026, pihak kepolisian berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang pria yang berinisial MDVA. Penangkapan ini dilakukan setelah serangkaian penyelidikan yang mendalam dan analisis terhadap berbagai bukti yang mengarah kepadanya sebagai pelaku utama dalam kasus pembunuhan Mozza Axillia. Polisi memanfaatkan testimoni dari saksi-saksi dan data rekaman CCTV yang memperkuat dugaan bahwa MDVA terlibat langsung dalam kejahatan tersebut.
Menurut laporan kepolisian, MDVA ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan. Proses penangkapan berlangsung dengan tertib, meskipun ada ketegangan yang dirasakan oleh anggota keluarga terduga yang berusaha mencegah penggerebekan. Setelah ditangkap, MDVA dibawa ke kantor polisi untuk menjalani interogasi lebih lanjut. Dalam sesi tersebut, ia diduga memberikan pengakuan terkait keterlibatannya dalam insiden tragis ini.
Selama interogasi, MDVA mengungkapkan bahwa motivasi di balik tindakannya didasarkan pada perselisihan pribadi dirinya dan korban. Ia merujuk pada rasa sakit hati dan kemarahan yang terakumulasi yang mendorongnya untuk mengambil tindakan ekstrem. Penjelasannya menunjukkan adanya dinamika emosional yang kompleks, meskipun dampak dari tindakannya mengakibatkan kehilangan yang tidak ternilai bagi keluarga Mozza Axillia.
Kepolisian kini sedang menjalankan penyelidikan lebih lanjut untuk menyusun fakta-fakta yang ada, termasuk mengidentifikasi kemungkinan pelaku lain yang terlibat dalam perencanaan pembunuhan ini. Pengakuan MDVA akan menjadi bagian penting dalam penyusunan kasus yang bisa memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Penanganan kasus ini menunjukkan sistem hukum yang bekerja dalam mengejar keadilan dan memberikan respons yang tegas terhadap tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat.
Kejadian tragis yang menimpa Mozza Axillia telah menjadi perhatian luas, tidak hanya bagi keluarganya tetapi juga bagi masyarakat dan media. Pengakuan pelaku terungkap bahwa pemuda ini dibunuh tiga hari sebelum laporan hilang diajukan, yang menimbulkan banyak pertanyaan dan rekonstruksi peristiwa. Tanggal pembunuhan, yang berlangsung pada 2 Maret 2023, menjadi titik awal penyelidikan yang mendalam mengenai kasus ini. Mozza dilaporkan hilang sejak 5 Maret 2023, yang menandai dimulainya pencarian intensif terhadapnya.
Lokasi kejadian, yang diidentifikasi berada di sebuah daerah terpencil di pinggiran kota, turut berkontribusi pada kompleksitas proses penyelidikan. Keluarga Mozza, yang kala itu merasa cemas dan tidak pasti, melaporkan kehilangan anak mereka ke pihak berwenang. Saat berita kehilangan ini berkembang, masyarakat mulai bersatu untuk melakukan pencarian, namun harapan mulai memudar seiring waktu berjalan tanpa kabar baik.
Pengungkapan tragis yang mencakup fakta pembunuhan ini mengejutkan banyak pihak. Setelah penangkapan pelaku, media meliput kasus ini secara intensif, memicu berbagai reaksi dari publik. Keluarga Mozza mengalami duka mendalam akibat kehilangan yang mendadak, sementara masyarakat turut berduka dan mempertanyakan keamanan di lingkungan mereka. Reaksi media dan publik menunjukkan dukungan kepada keluarga, dengan banyak demonstrasi yang diadakan untuk menyerukan keadilan.
Selain itu, dampak kasus ini terhadap masyarakat tidak dapat dianggap sepele. Setelah tragedi ini, sebagian besar warga mulai lebih waspada dan mengadakan forum diskusi mengenai keselamatan dan perlindungan anak. Kasus Mozza menggugah kesadaran akan perlunya pembentukan kebijakan yang lebih baik untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, sebagai langkah preventif guna menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

