Kementerian PU Perkuat Mitigasi Galodo Solok dengan EWS dan Dua Sabo Dam

oleh -86 Dilihat
oleh
Kementerian PU Perkuat Mitigasi Galodo Solok dengan EWS dan Dua Sabo Dam

Kabupaten Solok | Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat langkah mitigasi pascabanjir bandang atau galodo di Sungai Batang Baliang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Upaya tersebut dilakukan melalui pemasangan early warning system (EWS) pada tiga titik serta persiapan pembangunan dua sabo dam. Kedua langkah ini diarahkan untuk membantu mengurangi risiko yang dapat mengancam kawasan hilir dan permukiman masyarakat di sekitar aliran sungai.

Pemasangan EWS dilaksanakan pada awal Oktober 2026. Perangkat ini disiapkan untuk membantu pemantauan kondisi alam di sejumlah titik yang berkaitan dengan potensi perubahan aliran dan situasi di wilayah Batang Baliang. Dengan adanya sistem peringatan dini, informasi mengenai kondisi yang perlu diwaspadai dapat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya perlindungan masyarakat di kawasan hilir. Penempatan EWS pada tiga titik menunjukkan penguatan pemantauan sebagai salah satu unsur mitigasi setelah terjadinya galodo.

Selain sistem pemantauan, Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan pembangunan dua sabo dam di Sungai Batang Baliang. Infrastruktur ini berfungsi sebagai pengendali aliran debris dan material sedimen yang terbawa dari bagian hulu menuju wilayah di bawahnya. Sabo dam menjadi bagian dari penanganan aliran material agar risikonya terhadap kawasan hilir dan permukiman masyarakat dapat dikurangi. Persiapan pembangunan tersebut melengkapi pemasangan EWS, sehingga mitigasi mencakup pemantauan kondisi alam sekaligus pengendalian material yang berpotensi terbawa aliran sungai.

Rangkaian langkah di Batang Baliang memperlihatkan fokus pemerintah pada pengurangan risiko pascabanjir bandang. EWS di tiga titik memberikan dukungan bagi pemantauan, sedangkan dua sabo dam dipersiapkan untuk mengendalikan debris dan sedimen. Keduanya diarahkan untuk memperkuat perlindungan kawasan hilir serta masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah terdampak aliran Sungai Batang Baliang.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk segera mempercepat pembangunan sabo dam di bagian hulu Sungai Batang Baliang, Solok. Arahan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aliran material yang dapat kembali mengancam kawasan di sepanjang sungai, terutama permukiman yang berada di wilayah hilir.

Perhatian pemerintah tertuju pada kondisi aliran Sungai Batang Baliang yang masih deras setelah hujan. Selain debit air yang meningkat, ditemukan pula material kayu di kawasan hulu. Keberadaan kayu tersebut menjadi faktor risiko karena dapat terbawa arus bersama lumpur dan sedimen, kemudian menumpuk atau menyumbat aliran di bagian sungai yang lebih rendah. Situasi itu berpotensi memperbesar dampak apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Dody meminta agar pekerjaan tidak ditunda dan koordinasi teknis segera dilakukan oleh jajaran terkait. โ€œKita harus segera membangun sabo dam di hulu. Ini harus dipercepat, karena aliran masih deras dan di hulu masih ada material kayu,โ€ ujar Dody. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan bangunan pengendali sedimen merupakan kebutuhan mendesak, bukan sekadar rencana jangka panjang.

Sabo dam diharapkan berfungsi menahan kayu, lumpur, serta sedimen sebelum seluruh material terbawa arus menuju hilir. Dengan demikian, beban aliran dapat dikurangi dan risiko material mencapai permukiman dapat ditekan. Bangunan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana yang lebih luas, bersama pemantauan kondisi sungai dan penguatan sistem peringatan dini. Percepatan pembangunan di hulu diharapkan memberi perlindungan tambahan bagi masyarakat sekaligus mendukung penanganan dampak galodo secara lebih terarah.

Metode konstruksi sabo dam yang diarahkan Menteri PU mempertimbangkan kondisi medan dan akses menuju lokasi pembangunan. Komponen bangunan tidak seluruhnya diproduksi langsung di bagian hulu sungai, melainkan dibuat terlebih dahulu dengan sistem precast di lokasi yang dinilai aman dan memungkinkan untuk kegiatan produksi. Setelah komponen selesai disiapkan, material tersebut diangkut secara bertahap menuju titik pembangunan.

Tahapan kerja dimulai dengan penentuan lokasi produksi komponen di luar area yang memiliki risiko tinggi, terutama kawasan yang sulit dijangkau oleh peralatan dan kendaraan konstruksi. Di lokasi tersebut, bagian-bagian sabo dam dicetak sesuai kebutuhan desain dan rencana pemasangan. Proses ini mencakup persiapan cetakan, pembuatan komponen, serta penataan material sebelum dipindahkan ke lokasi pekerjaan.

Komponen yang telah diproduksi kemudian dibawa menuju bagian hulu sungai melalui jalur yang tersedia. Pengangkutan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi akses, kapasitas angkutan, serta situasi lapangan. Setibanya di area pembangunan, komponen dipasang pada bagian konstruksi yang telah dipersiapkan. Urutan pengiriman dan pemasangan dapat disesuaikan dengan perkembangan pekerjaan di setiap titik.

Pendekatan ini menempatkan kondisi lapangan sebagai dasar pengaturan tahapan pelaksanaan. Medan yang memiliki kemiringan, keterbatasan ruang kerja, atau akses kendaraan yang tidak seragam memerlukan penyesuaian dalam penempatan lokasi produksi, jalur pengangkutan, dan urutan pemasangan. Karena itu, pekerjaan diarahkan berlangsung secara bertahap dari lokasi yang aman menuju bagian hulu sungai sesuai kesiapan akses dan area konstruksi.

Rangkaian tersebut mencakup produksi komponen precast, pemeriksaan kesiapan material, pengangkutan ke lokasi, dan pemasangan pada titik sabo dam. Setiap tahap dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi sungai, medan sekitar, serta akses yang tersedia menuju lokasi pembangunan.

Penempatan dua unit sabo dam di sepanjang alur Sungai Batang Baliang direncanakan berdasarkan kajian teknis yang mempertimbangkan karakteristik sungai, kemiringan dasar alur, kondisi daerah tangkapan, serta potensi material yang terbawa saat terjadi banjir lahar hujan atau galodo. Kajian tersebut diperlukan agar lokasi bangunan dapat memberikan perlindungan yang efektif dan tetap sesuai dengan kondisi lapangan. Penentuan titik pembangunan juga memperhitungkan pola aliran, kestabilan tebing, akses pelaksanaan pekerjaan, serta keterkaitan dengan kawasan yang berada di bagian hilir.

Dimensi akhir, kapasitas tampungan, dan rincian konstruksi kedua sabo dam masih mengikuti proses perencanaan teknis yang dikerjakan Balai Teknik Sabo bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang. Hasil perencanaan akan menjadi dasar untuk menetapkan ukuran bangunan, konfigurasi struktur, kebutuhan fondasi, serta metode pelaksanaan yang paling sesuai. Perhitungan tersebut penting untuk memastikan bangunan mampu bekerja secara optimal, memiliki ketahanan terhadap tekanan aliran, dan dapat dipelihara dalam jangka panjang.

Secara umum, sabo dam dirancang sebagai bangunan melintang sungai yang berfungsi mengendalikan aliran debris serta menahan material yang terbawa arus. Material seperti batu, pasir, kerikil, lumpur, dan batang kayu dapat tertahan atau diperlambat sebelum bergerak lebih jauh menuju kawasan permukiman. Struktur ini juga berperan mengurangi energi aliran dan mengatur pergerakan sedimen melalui tahapan penahanan serta pelepasan material secara lebih terkendali.

Pengaturan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko penumpukan material dalam jumlah besar di bagian hilir, yang berpotensi mempersempit penampang sungai dan memperbesar dampak bencana. Pembangunan sabo dam menjadi bagian dari upaya mitigasi yang dipadukan dengan pemantauan dan peringatan dini. Selain menyiapkan dua unit sabo dam, Kementerian PU melalui Balai Teknik Sabo telah memasang sistem peringatan dini atau EWS di tiga titik di Kabupaten Solok pada awal Oktober 2026. Kehadiran EWS mendukung penyampaian informasi lebih cepat ketika terjadi perubahan kondisi aliran atau potensi bahaya.

Baca juga: Strategi Kementerian Pertanian untuk Stabilitas Harga Cabai | Subuh Keliling, Aipda Dieko Aldillah Perkuat Kedekatan Polri dengan Jamaah di Sukanegara | Aiptu Budiansyah Laksanakan DDS dan Cooling System di Desa Pasir Jaya, Perkuat Kamtibmas