Balap Liar Mereda di Satak Puncu, Warga Kediri Kini Bisa Bernapas Lega

oleh -129 Dilihat
oleh

KEDIRI, Jawa Timur — Warga Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mulai bisa bernapas lega. Lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai titik rawan balap liar kini dilaporkan berangsur kondusif setelah adanya peningkatan pengawasan dan keterlibatan aktif masyarakat bersama aparat.

Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan tersebut sempat menjadi sorotan karena kerap dipadati remaja yang melakukan aksi balap liar pada sore hari. Selain mengganggu ketertiban umum, aktivitas tersebut juga menimbulkan keresahan warga akibat kebisingan dan tingginya risiko kecelakaan.

Namun kondisi kini berubah signifikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, kerumunan kendaraan yang sebelumnya rutin memadati jalur tersebut sudah jauh berkurang. Area yang dulu ramai oleh para pemuda yang adu kecepatan kini tampak lebih sepi dan lalu lintas relatif tertib.

Sejumlah warga mengapresiasi langkah aparat dari Polsek Puncu di bawah jajaran Polres Kediri yang dinilai lebih responsif terhadap keluhan masyarakat. Patroli yang lebih intens serta pendekatan persuasif kepada para remaja disebut menjadi faktor penting meredanya aksi balap liar.

“Sekarang sudah jauh lebih tenang. Dulu hampir setiap sore bising sekali,” ujar salah satu warga setempat.

Warga juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Puncu yang telah merespons keluh kesah masyarakat Desa Satak. “Sebelumnya kami was-was dengan aksi pemuda yang balap liar, sekarang sudah adem ayem dan kondusif,” ungkap warga lainnya.

Upaya penertiban disebut tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga pencegahan melalui imbauan kepada orang tua dan komunitas pemuda. Pendekatan kolaboratif ini dinilai efektif menekan potensi pelanggaran berulang sekaligus membangun kesadaran bersama.

Meski demikian, masyarakat berharap kondisi kondusif ini dapat terus dijaga secara konsisten. Mereka meminta patroli rutin tetap dilakukan agar lokasi tersebut tidak kembali menjadi arena balap liar.

Pemerhati keamanan lingkungan menilai perubahan di Desa Satak dapat menjadi contoh penanganan gangguan ketertiban berbasis kolaborasi. Konsistensi pengawasan aparat bersama partisipasi aktif warga disebut menjadi kunci utama agar situasi tetap terkendali dalam jangka panjang.