Pelarian Dua Pelaku Curanmor Bersenjata Berujung Penembakan di Lampung Timur

oleh -58 Dilihat
oleh
Pelarian Dua Pelaku Curanmor Bersenjata Berujung Penembakan di Lampung Timur

Jakarta | Pelarian dua tersangka pencurian sepeda motor dari wilayah Kalideres, Jakarta Barat, berakhir di sebuah kebun singkong di daerah Jabung, Lampung Timur. Kedua tersangka yang disebut berinisial FE dan BU tersebut dilumpuhkan oleh petugas Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat ketika berusaha melarikan diri dari kejaran. Dalam tindakan penegakan hukum itu, masing-masing tersangka terkena dua tembakan pada bagian kaki, yakni satu tembakan di kaki kiri dan satu tembakan di kaki kanan.

Penindakan dilakukan setelah FE dan BU memberikan perlawanan dengan mengacungkan senjata api kepada petugas. Situasi tersebut dinilai menimbulkan ancaman sehingga anggota kepolisian mengambil langkah untuk menghentikan perlawanan dan mencegah kedua tersangka kembali melarikan diri. Petugas Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat kemudian melakukan tindakan tegas terhadap keduanya di area kebun singkong tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan anggotanya merupakan langkah tegas dan terukur. Penjelasan itu disampaikan untuk menegaskan bahwa penggunaan tindakan tersebut dilakukan dalam menghadapi perlawanan bersenjata dari para tersangka, sekaligus mencegah hal yang tidak diinginkan. Penembakan pada bagian kaki dipilih untuk menghentikan gerak FE dan BU tanpa mengabaikan kebutuhan petugas dalam mengendalikan situasi di lokasi.

Peristiwa ini menjadi bagian dari proses penanganan perkara dugaan pencurian sepeda motor yang melibatkan kedua tersangka. Setelah pelarian mereka berakhir, kepolisian melanjutkan langkah penegakan hukum sesuai prosedur yang berlaku. Kasus tersebut juga menunjukkan bahwa upaya penangkapan dapat berkembang menjadi tindakan terukur ketika tersangka melakukan perlawanan dan mengancam keselamatan petugas menggunakan senjata api.

Berdasarkan keterangan polisi, FE dan BU diduga datang dari Lampung ke Jakarta untuk memburu sepeda motor milik warga. Keduanya disebut menjalankan aksi secara berpindah-pindah dengan menyasar kendaraan yang dianggap mudah diambil. Untuk mengurangi kecurigaan, mereka menggunakan jaket ojek online. Penyamaran tersebut membuat keduanya dapat membaur dengan lingkungan sekitar dan tampak seperti pengemudi yang sedang mencari penumpang atau menjalankan pesanan.

Salah satu aksi berlangsung di Gang Waru, Kalideres, pada Kamis (1/10). Di lokasi itu, gerak-gerik kedua tersangka terbongkar setelah mereka dipergoki warga. Saat hendak meloloskan diri, salah satu pelaku disebut melepaskan tembakan. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk menakut-nakuti warga yang berusaha menghentikan atau mengejar mereka. Peristiwa itu kemudian menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan terhadap aktivitas keduanya di wilayah Jakarta Barat.

Pada hari yang sama, FE dan BU juga disebut mencuri sepeda motor yang berada di depan kawasan Daan Mogot Mall. Polisi menduga aksi tersebut memiliki pola yang serupa dengan kejadian di Gang Waru, yakni memanfaatkan penyamaran, mengincar sepeda motor warga, lalu segera meninggalkan lokasi setelah kendaraan berhasil dikuasai. Keterangan itu menjadi salah satu dasar polisi untuk mengaitkan kedua tersangka dengan sejumlah laporan pencurian kendaraan bermotor lainnya.

Polisi menyebut FE dan BU telah beraksi sebanyak 14 kali di Jakarta Barat serta belasan kali di wilayah Jakarta lainnya. Dalam setiap aksinya, mereka diduga mengenakan jaket ojek online agar tidak mudah dikenali. Jika menghadapi perlawanan, pelaku disebut menodongkan senjata api kepada warga dan tidak ragu melepaskan tembakan untuk membuka jalan pelarian. Meski rangkaian aksinya melibatkan ancaman bersenjata, polisi menyatakan sejauh ini tidak ada korban akibat seluruh kejadian tersebut. Penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap kemungkinan lokasi lain yang pernah menjadi sasaran.

Rekaman kamera pengawas yang kemudian beredar di media sosial memperlihatkan rangkaian aksi pencurian kendaraan bermotor di sekitar Gang Waru, Lampung Timur. Dalam rekaman tersebut, dua pelaku tampak datang menggunakan satu sepeda motor dengan posisi saling berboncengan. Keduanya bergerak perlahan sambil mengamati keadaan di sekitar permukiman, seolah-olah memastikan lokasi berada dalam kondisi sepi dan tidak banyak warga yang memperhatikan.

Salah satu pelaku terlihat mengenakan jaket yang menyerupai pakaian pengemudi ojek online. Pakaian itu diduga digunakan untuk mengelabui warga agar kehadiran mereka tidak segera menimbulkan kecurigaan. Setelah mengamati sejumlah titik, kedua pelaku kemudian memilih sebuah sepeda motor yang terparkir di halaman rumah. Pelaku yang dibonceng, mengenakan jaket hitam, turun dari kendaraan dan masuk ke halaman tersebut, sementara rekannya menunggu di atas sepeda motor yang digunakan untuk datang.

Dalam waktu singkat, pelaku yang berada di halaman tampak merusak kunci setang sepeda motor menggunakan kunci leter T. Setelah kunci berhasil dibuka, ia berupaya membawa kendaraan itu keluar dari halaman. Namun, pemilik sepeda motor menyadari aksi tersebut dan segera berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu mengundang perhatian warga di sekitar lokasi. Sejumlah warga kemudian bergerak mengejar kedua pelaku yang berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Ketika berada dalam keadaan terdesak, salah satu pelaku mengeluarkan senjata api dan menembakkannya ke arah warga yang melakukan pengejaran. Suara tembakan membuat warga berhenti mendekat dan pelaku memperoleh kesempatan untuk melarikan diri dari lokasi. Rekaman tersebut memperlihatkan bahwa aksi berlangsung cepat, sejak pelaku memilih sasaran hingga melancarkan pelarian. Meski terjadi penembakan saat pengejaran, tidak ada warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Barang bukti itu berupa satu senjata api rakitan dan belasan peluru tajam berkaliber 9×19 milimeter. Penyitaan dilakukan untuk mendukung proses penyidikan, sekaligus menelusuri dugaan penggunaan senjata dalam rangkaian aksi pencurian kendaraan bermotor dan pelarian para pelaku.

Asal-usul senjata api rakitan tersebut masih didalami oleh penyidik. Polisi belum menyampaikan dari mana senjata itu diperoleh maupun bagaimana senjata tersebut berada dalam penguasaan tersangka. Penelusuran juga dilakukan terhadap sumber peluru yang ditemukan. Nasriadi menyebut amunisi berkaliber 9×19 milimeter itu merupakan jenis peluru yang dimiliki aparat penegak hukum yang sah. Keterangan tersebut menjadi salah satu bagian yang diperiksa untuk mengungkap jalur perolehan amunisi.

Selain memeriksa senjata dan peluru, penyidik masih mengembangkan kasus guna mencari anggota komplotan lain yang diduga terlibat. Pengembangan ini mencakup pemeriksaan terhadap keterangan tersangka, penelusuran hubungan antarpihak, serta pencocokan barang bukti dengan informasi mengenai aksi pencurian kendaraan bermotor yang sedang ditangani. Polisi belum menyimpulkan jumlah anggota komplotan karena proses pendalaman masih berlangsung.

Polisi juga memburu pihak yang diduga menjadi penadah barang hasil curian. Upaya tersebut dilakukan untuk menelusuri aliran kendaraan atau barang yang diperoleh dari tindak pidana, sekaligus mengungkap kemungkinan keterkaitan pelaku lapangan dan pihak lain. Identitas penadah serta hasil penyidikan lanjutan belum disampaikan. Nasriadi menegaskan bahwa proses pendalaman masih berlangsung, sehingga informasi mengenai jaringan, asal senjata, sumber peluru, dan pihak yang menerima barang curian masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Baca juga: Memusnahkan Rokok dan Miras Ilegal: Tindakan Bea Cukai Sumbagbar dan Bandar Lampung | Erupsi Gunung Api Mengancam, BNPB Tekankan Peringatan Dini Harus Berujung Aksi