Hadiri HUT ke-8 Motor Besar Indonesia (MBI), Bamsoet Tekankan Peran Kebangsaan Komunitas Otomotif

oleh -21 Dilihat
oleh
Hadiri HUT ke-8 Motor Besar Indonesia (MBI), Bamsoet Tekankan Peran Kebangsaan Komunitas Otomotif

JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, menuturkan komunitas otomotif memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah meningkatnya polarisasi sosial, ketimpangan ekonomi, dan menguatnya sekat identitas di masyarakat. Komunitas otomotif kini berkembang menjadi ruang sosial baru yang mempertemukan berbagai latar belakang profesi, budaya, usia, dan daerah dalam satu semangat persaudaraan. Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya kegiatan touring kebangsaan, bakti sosial, donor darah, hingga kolaborasi komunitas lintas daerah yang digelar sepanjang tahun 2025 oleh berbagai organisasi otomotif nasional.

“Komunitas otomotif sekarang sudah berkembang menjadi kekuatan sosial. Di dalamnya ada semangat brotherhood, gotong royong, dan rasa kebersamaan yang bisa menjadi perekat persatuan bangsa,” ujar Bamsoet saat menghadiri perayaan HUT ke-8 Motor Besar Indonesia (MBI) di Jakarta, Jumat malam (15/5/26).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, di tengah situasi masyarakat yang semakin mudah terbelah akibat politik identitas dan perang opini di media sosial, komunitas otomotif justru mampu menghadirkan ruang interaksi yang lebih cair. Dalam kegiatan touring, para anggota komunitas datang dari berbagai suku, agama, dan daerah, lalu membangun hubungan sosial yang setara melalui aktivitas bersama di jalan raya maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Data Asosiasi Automotif Indonesia menunjukkan lebih dari 60 persen anggota komunitas otomotif aktif terlibat dalam kegiatan sosial. Angka itu menunjukkan komunitas otomotif telah bergerak melampaui sekadar hobi berkendara.

“Touring jangan lagi dimaknai sekadar konvoi. Touring harus menjadi gerakan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika komunitas otomotif turun membantu korban bencana, donor darah, membangun solidaritas lintas daerah, di situlah semangat kebangsaan tumbuh secara nyata,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Kehormatan Motor Besar Indonesia (MBI) dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menilai, tantangan terbesar komunitas otomotif saat ini adalah menjaga keseimbangan antara identitas komunitas dan tanggung jawab sosial. Semangat brotherhood tidak boleh berhenti di internal komunitas, melainkan harus diperluas menjadi solidaritas sosial yang menyentuh masyarakat luas. Karena itu, berbagai kegiatan komunitas otomotif harus diarahkan pada aksi kemanusiaan dan penguatan nilai kebangsaan. Seperti donor darah, bantuan sosial untuk masyarakat kecil, hingga promosi budaya lokal dalam kegiatan touring nasional.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang persaudaraan yang mampu melampaui perbedaan politik, agama, dan status sosial. Komunitas otomotif bisa mengambil peran itu. Ketika para bikers mampu menjadi teladan dalam solidaritas sosial, mereka sedang ikut menjaga persatuan Indonesia,” pungkas Bamsoet. (*)