Polsubsektor Kedopok Bergerak, Lahan Jagung Warga Dipantau Demi Ketahanan Pangan

oleh -40 Dilihat
Polsubsektor Kedopok Bergerak, Lahan Jagung Warga Dipantau Demi Ketahanan Pangan

Probolinggo – Polsubsektor Kedopok Polres Probolinggo Kota terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian milik warga.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sambang dan pengecekan lahan jagung yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Jrebeng Lor, Briptu Fadhilah K, di lahan milik Anwar yang berada di Jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Senin (22/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Briptu Fadhilah memantau secara langsung perkembangan tanaman jagung varietas Juara yang ditanam sejak 5 Juni 2026. Lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi itu dikelola oleh Kelompok Tani Pakis Jaya dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 5 September 2026.

Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, hasil panen jagung dari lahan tersebut diproyeksikan mencapai antara 1 hingga 1,5 ton. Monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sekaligus mengetahui berbagai kendala yang dihadapi petani selama proses budidaya.

Selain melakukan pemantauan tanaman, petugas juga berdialog langsung dengan petani guna menyerap informasi terkait kondisi pertanian setempat. Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas memberikan imbauan kepada masyarakat agar turut menjaga keamanan lingkungan pertanian dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan yang dapat menghambat produktivitas lahan.

Kapolsubsektor Kedopok, IPDA Hari Dwi Tjahjono, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu program prioritas pemerintah.

“Kami ingin memastikan petani mendapatkan pendampingan serta dukungan agar hasil pertanian dapat maksimal. Kehadiran anggota di lapangan juga menjadi sarana mempererat sinergi antara Polri dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hari Dwi Tjahjono, komunikasi yang terjalin baik antara aparat kepolisian dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul selama proses budidaya tanaman.

“Apabila terdapat kendala selama proses budidaya, baik terkait serangan hama tikus, penyakit tanaman maupun permasalahan lainnya, masyarakat dapat segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas agar dapat dicarikan solusi bersama dengan pihak terkait, termasuk penyuluh pertanian,” tambahnya.

Kegiatan monitoring tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan kelompok tani setempat. Kehadiran anggota Polri di tengah aktivitas pertanian dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus motivasi bagi petani dalam mengelola lahan mereka.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Pendampingan yang dilakukan Polsubsektor Kedopok diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kota Probolinggo.

(Bambang/Dwi H/*)